Anggota Tim Penjaringan Pilkada Golkar, Nurdin Halid menegaskan tidak ada transaksi mahar di tim yang terdiri dari 10 orang ini. Waketum Golkar kubu Ical ini menegaskan tim bekerja sistematis dan objektif.
"Itu urusan mereka (saling tuding), kita enggak ada. Tim sepuluh 1000 persen tidak ada mahar, meskipun kita dengar di partai lain ada. Kalau tim 10 tidak boleh," kata Nurdin di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kita lama karena kita mencari dan kedepankan kader partai," ucap Eks Ketum PSS ini.
Sebelumnya, Bambang Soesatyo melempar tudingan kubu Agung Laksono meminta mahar besar kepada calon kepala daerah yang akan diusung Golkar. Bambang menyebut nilainya mencapai Rp 5 miliar. Yorrys Raweyai tak menampik tudingan Bambang, namun dia menyebut kubu Ical melakukan hal yang sama.
"Bambang kalau bisa buktikan. Terus saya tanya, apakah mereka tidak minta duit?" ujar Yorrys saat dihubungi, Selasa (28/7/2015).
Yorrys yakin kubu Ical juga meminta duit kepada calon kepala daerah yang ingin maju dari Golkar. Praktik ini umum di partai politik. (imk/tor)











































