Nurdin Halid: 1.000 Persen Tak Ada Mahar di Tim Penjaringan Golkar

Nurdin Halid: 1.000 Persen Tak Ada Mahar di Tim Penjaringan Golkar

Indah Mutiara Kami - detikNews
Selasa, 28 Jul 2015 17:59 WIB
Nurdin Halid: 1.000 Persen Tak Ada Mahar di Tim Penjaringan Golkar
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Bendum Golkar kubu Aburizal Bakrie, Bambang Soesatyo menuding ada permintaan Mahar dari kubu Agung Laksono ke calon kepala daerah. Pernyataan ini pun dibalas Waketum Golkar kubu Agung, Yorrys Raweyai yang menyebut praktek itu juga ada di kubu seberang.

Anggota Tim Penjaringan Pilkada Golkar, Nurdin Halid menegaskan tidak ada transaksi mahar di tim yang terdiri dari 10 orang ini. Waketum Golkar kubu Ical ini menegaskan tim bekerja sistematis dan objektif.

"Itu urusan mereka (saling tuding), kita enggak ada. Tim sepuluh 1000 persen tidak ada mahar, meskipun kita dengar di partai lain ada. Kalau tim 10 tidak boleh," kata Nurdin di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nurdin, seleksi calon kepala daerah di Golkar menjadi lama karena tidak ada praktik mahar itu. Dia menyebut biaya kampanye pun menjadi urusan kandidat.

"Makanya kita lama karena kita mencari dan kedepankan kader partai," ucap Eks Ketum PSS ini.

Sebelumnya, Bambang Soesatyo melempar tudingan kubu Agung Laksono meminta mahar besar kepada calon kepala daerah yang akan diusung Golkar. Bambang menyebut nilainya mencapai Rp 5 miliar. Yorrys Raweyai tak menampik tudingan Bambang, namun dia menyebut kubu Ical melakukan hal yang sama.

"Bambang kalau bisa buktikan. Terus saya tanya, apakah mereka tidak minta duit?" ujar Yorrys saat dihubungi, Selasa (28/7/2015).

Yorrys yakin kubu Ical juga meminta duit kepada calon kepala daerah yang ingin maju dari Golkar. Praktik ini umum di partai politik. (imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads