"Banyak misinya, harus 50 persen diubah itu terutama yang terkait dengan pencegahan. Itu yang tidak bunyi di dalam misi yang sekarang ini," ujar Hendardji ditanya wartawan mengenai visi misi utama sebagai capim KPK usai mengikuti tes di Pusdiklat Kementerian Kesehatan, Jalan Hang Jebat Raya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2015).
Menurut Hendardji, program pencegahan korupsi saat ini masih kurang padahal seharusnya bisa dijalankan selaras dengan upaya penindakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia bersama 47 capim KPK lainnya hari ini mengikuti 3 tes yang dijalani yakni Leaderless Group Discussion (LGD), wawancara dan presentasi dengan pendampingan dari tim penilai (asesor).
Soal ketiga tes tersebut, Hendardji menyatakan materi uji capim KPK memang harus dibuat komprehensif di antaranya gambaran program-program KPK mendatang, untuk mengetahui kualitas para calon.
"Ya harus berat dong masak yang ringan-ringan gitu, nanti tidak menghasilkan yang berkualitas. Untuk menghasilkan yang berkualitas harus berat," tuturnya tersenyum.
Apapun hasil tes tahap ketiga ini, Hendardji menegaskan akan tetap mensyukuri. "Apapun hasilnya syukuri, dan menghasilkan yang terbaik untuk bangsa dan negara sehingga apapun hasilnya kita syukuri," sambungnya
Hingga pukul 16.45 WIB sejumlah calon yang sudah menyelesaikan tes di antaranya Pelaksana tugas Pimpinan KPK Johan Budi, Kapolda Papua Irjen Yotje Mende juga Jimly Asshidiqie. Johan menolak berkomentar soal tes hari ini sedangkan Irjen Yotje optimistis hasil tesnya bisa memuaskan. "Saya orangnya setiap saat optimis," ujarnya singkat.
Ketua Pansel Capim KPK Destry Damayanti sebelumnya menerangkan tes lanjutan hari ini dimaksudkan untuk mengetahui karakter kepemimpinan, kemampuan penyelesaian masalah termasuk kerjasama kolektif kolegial yang jadi dasar kerja para pimpinan KPK.
"Jadi hari ini semua jadi ada 3 kegiatan yang dilakukan, tujuan pertama untuk melihat bagaimana sifat kolegial dari para pimpinan terhadap pimpinan lainnya juga, kemudian kita mellihat leadership dan juga kompetensi bagaimana pemahaman si capim itu terhadap permasalahan yang dihadapi kpk dan juga pemahaman terhadap bidang bidang lainnya," tutur Destry. (fdn/aan)











































