Pujian itu dilontarkan dalam konferensi pers bersama di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7/2015). Kubu Ical diwakili oleh MS Hidayat, Nurdin Halid, dan Theo Sambuaga. Sementara itu, Yorrys menjadi satu-satunya perwakilan dari kubu Agung.
Yorrys awalnya menjelaskan bahwa sejak awal Tim pilkada dua kubu realistis dalam melihat kekuatan Golkar untuk menang. Kekuatan tiap di daerah dipetakan apakah mampu mencalonkan kader sendiri, mengambil dari luar partai, atau hanya sebagai pendukung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
130 yang sejak awal kita sepakat karena kader Golkar. Ada 95 yang belum, jadi diputuskan lakukan survei," kata Yorrys.
Pada akhirnya, ada 219 pasangan calon dari Partai Golkar yang disepakati oleh dua kubu. Sebanyak 43 calon tidak disepakati, sementara itu Golkar tidak mengusung calon di 7 daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Nurdin Halid mengatakan bahwa keberhasilan dua kubu di Golkar menyepakati 219 nama tak lepas dari kepemimpinan Yorrys.
"Tim 10 sudah berhasil sepakat. Bisa kerja lancar karena Yorrys sebagai pemimpin dari kubu Agung Laksono objektif," ucap Nurdin.
Eks Ketum PSSI ini menyebut kinerja tim pilkada dua kubu sudah luar biasa. Dalam waktu yang singkat, Nurdin mengaku hasil yang dicapai ini sudah luar biasa.
"Ini luar biasa. Kita kerja 10 hari hasilkan 219 itu orang gila sebenarnya. Kita jaga objektifitas. Yorrys tidak berpihak ke salah satu kubu tapi objektif," sanjungnya.
(imk/tor)










































