Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (28/7/2015) Asad mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada pada jurusan Hubungan Internasional, FISIPOL. Secara kebetulan Asad lahir bertepatan dengan hari lahir kampus yang terletak di Bulaksumur, Yogyakarta tersebut pada 19 Desember 1949. Sebelum berkuliah, Asad merupakan santri dari pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta.
Setelah lulus dari UGM, Asad diminta oleh tokoh NU Subhan ZE untuk berkiprah di Badan Koordinasi Intelejen Negara (BAKIN). Berbekal ilmu hubungan internasional dan pesantren, Asad kemudian ditugaskan di negara-negara timur tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiprah Asad di organisasi otonom NU juga cukup banyak. Pria kelahiran Kudus ini tercatat pernah aktif di IPNU, PMII, dan GP Ansor.
Tak hanya itu, Asad pun menulis beberapa buku yang antara lain adalah Negara Pancasila (2009), Pergolakan di Jantung Tradisi (2009), dan Ideologi Pascareformasi (2010). Latar belakang pengalaman dan intelektual itu membuat dia meraih gelar doktor honoris causa dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang. (bag/van)










































