Keluarga Duga Pembunuhan Bocah Febi Direncanakan
Rabu, 23 Feb 2005 13:40 WIB
Jakarta - Hingga Rabu (23/2/2005) pria berinisial Y yang diduga pembunuh Febrina Purnama Sari Harahap belum berhasil dicokok. Sementara, keluarga Febi, panggilan bocah 11 tahun itu, menduga pembunuhan itu telah direncanakan.Setidaknya begitu yang ada di benak Bayu Cahyadi, paman korban, saat ditemui di rumah orangtua Febi di Jl.Sitra, Perumahan Depdagri, Pondok Gede, Bekasi.Bayu melihat ada perencanaan yang matang dari pelaku sebelum melakukan aksinya. Pernyataan tersebut diungkapakan merujuk pada kesaksian yang diperoleh polisi dari saksi yang tinggal di sekitar lokasi ditemukannya Febi tewas di sebuah kontrakan di Jl Masjid Ar Rahmah, Jati Rahayu, Pondok Gede, Bekasi, sekitar 2 km dari rumah korban.Bayu mengindikasikan itu karena tersangka Y baru mengontrak di Jl Masjid Ar Rahman pada tanggal 2 Februari. Setelah itu kontrakannya ditinggal. Tanggal 17 Februari, Y datang lagi ke kontrakan. Pada malamnya hingga kini jejaknya belum ketahuan. "Jadi tanggal 17 itu eksekusi dilakukan," kata Bayu."Dari keteragan polisi seperti itu kita bisa mengambil kesimpulan dia sudah merencanakan hal ini," sambung Bayu.Namun demikian Bayu tidak berani berspekulasi lebih jauh. "Kita ngga bisa spekulasi, nanti kalau kita ngomong takutnya malah mendatangkan masalah baru," alasannya. "Yang jelas kami akan memantau terus perkembangan penyelidikan yang dilakukan Polres," ungkapnya.Salah satu dugaan polisi, motif pembunuhan adalah kasus utang piutang. Keluarga Febi mengaku pernah memberikan utang kepada seorang ibu Rp 50 juta. Keluarga lalu menagihnya lewat debt collector. Penagih utang menagih disertai ancaman. Tak suka diancam, ibu itu ganti mengancam. Tak lama setelah itu Febi hilang.
(nrl/)











































