"Pelatihan itu bukan minta dilatih, tapi latihan bersama," kata Kabagpenum Polri Kombes Suharsono di Gedung Divisi Humas, Jl Senjaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2015).
Memang, dalam surat tertanggal 15 Juli 2015 dengan nomor B/3383/VII/2015, perihal permohonan mengikutsertakan personel Korbrimob Polri dalam pendidikan dan latihan Raider di Pusdiklat Kopassus, bahwa latihan bersama yang tersebut didasari nota kesepahaman Panglima TNI dengan Kapolri, Nomor Kerma (Kerjasama)/08/III/2015 dan Nomor B/08/III/2015 tertanggal 3 Maret 2015 tentang Pendidika Bersama antara TNI dengan Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suharsono menambahkan, pelatihan bersama antara Brimob dengan Raider bukanlah untuk mengambil seluruh kemampuan Raider dalam spesialisasi tempur.
"Bukan kemampuan Raider yang dikopi diberikan, tapi hanya sebagian yang ingin ditransfer. Misalnya teknik pegejaran di hutan. Kita kan enggak punya itu," kata Suharsono.
Dia mencontohkan dalam upaya Polri melakukan pengejaran terhadap pelaku teror Santoso yang bergerilya dari hutan ke hutan. "Itu harus suvive di hutan, kalau tidak dilatih kan berat," ujar dia.
"Jadi, bukan menyaingi kekuatan TNI," imbuhnya.
Hingga saat ini Polri belum mendapatkan balasan atau jawaban dari TNI. "Permintaan Polri untuk latihan bersama hingga saat ini belum dijawab," kata dia. (ahy/gah)










































