Emosi Ahok dan Mahalnya Harga Buku di JakBook & Edu Fair

Emosi Ahok dan Mahalnya Harga Buku di JakBook & Edu Fair

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Selasa, 28 Jul 2015 13:12 WIB
Emosi Ahok dan Mahalnya Harga Buku di JakBook & Edu Fair
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) marah luar biasa melihat harga perlengkapan sekolah di pameran Jakarta Book & Education Fair 2015 lebih mahal dibanding di pasaran. Ahok yang datang untuk meresmikan pameran yang diselenggarakan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta itu bahkan batal meresmikan karena kadung kecewa.

Soal harga mahal itu terungkap dari laporan "mata-mata" yang dikirim Ahok ke pameran sebelum dia datang. Selain itu banyaknya pengunjung yang mengadu soal harga yang mahal membuat Ahok semakin geram.

Kemarahan Ahok itu bukan tanpa alasan, sebelumnya Ahok mengaku dirinya dengan pihak penyelenggara IKAPI DKI Jakarta sudah pernah membicarakan mengenai harga produk-produk sekolah dalam pameran ini. Keinginan Ahok, harga-harga yang ditawarkan dalam pameran tersebut bisa lebih murah 20-30 persen ketimbang harga normal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah bicarakan ini setahun, saya sudah bilang kalau anak-anak beli di toko biasa enggak dapat simpan tabungan. Saya bilangin kalau pameran kayak begini, harganya lebih murah 20-30 persen," terang Ahok, Senin (27/7/2015).

Dengan begitu, dalam bayangannya anak-anak sekolah pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) dapat menabung uang setiap bulannya sekitar Rp 200 ribu untuk dipakai membeli kebutuhan sekolah lainnya. Sehingga, mereka tidak ada alasan habis modal uang dalam hal pendidikan.

Ahok juga sudah meminta 480 ribu siswa pemegang KJP untuk membeli perlengkapan sekolah dan buku di pameran tersebut. Pemegang KJP juga bisa mendapatkan diskon buku di sana. Namun ternyata harga yang dijual justru lebih mahal di pasaran.

"Kalau mau kerjasama dengan DKI jangan menzalimi orang kecil. Saya pasti marah. Saya kalau mampu membantu orang miskin, saya tidak suka di politik. Ini bukan habitat saya," kata Ahok.

Pameran JakBook & Edu Fair yang digelar di Parkir Timur Senayan itu memasang promosi "Tempat Belanjanya Bagi Pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Khusus Pemegang KJP dan Jakcard dapat Tambahan Diskon 10%".

Berikut cerita Ahok soal kekecewaannya dan larangan dia bagi  para guru untuk mengajak siswanya datang ke pameran.

1. Kirim Mata-mata

Ahok di acara Jakbook dan Edu Fair 2015 (Foto: Rengga Sancaya)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengirim mata-mata untuk mengecek harga di Jakarta Book & Education Fair 2015. Hasilnya, Ahok kaget bukan kepalang ternyata harga buku kemahalan.

Tim 'mata-mata' itu datang ke pameran pendidikan tersebut sebelum Ahok tiba di lokasi untuk membuka kegiatan. Namun kaget bukan kepalang, begitu Ahok menerima laporan harga-harga produk yang dijajakan oleh penerbit di sejumlah stand ternyata lebih tinggi dari yang semestinya.

"Saya kirim orang, saya kirim mata-mata untuk cek harga. Kaget saya! Saya mulai curiga jangan-jangan mereka berpikir 489 ribu pengunjung sudah melebihi setengah kali tahun lalu. Mereka pikir buat apa diskon murah-murah. Apalagi mereka tahu bahwa ini pembelinya masyarakat ekonomi menengah ke bawah," kata Ahok.

2. Kecewa Buku Mahal

Jakbook dan Edu Fair 2015 (Foto: Rengga Sancaya)
Gubernur Ahok kecewa berat dengan pameran buku Jakarta Book & Education Fair 2015 yang diselenggarakan IKAPI. Bukan tanpa alasan, rupanya Ahok mendapat laporan kalau harga kebutuhan sekolah di pameran jauh lebih mahal.

"Tahun lalu yang datang ke pameran 350 ribu orang, kalau saya kasih tambahan 480 ribu orang harusnya jualan lebih banyak dan bisa kasih potongan diskon lebih besar. Tidak usah memainkan belanja saya sudah bisa mendapat pembeli lebih banyak dari tahun lalu," ujar Ahok dalam sambutannya di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2015).

"(Yang panitia bilang lebih murah) Bohong itu. Saya kecewa sekali. Kan sudah untung dapat 480 ribu pembeli kenapa mesti dimahalin. Ini kurang ajar. Mau mengais keuntungan dari yang tidak mampu," sambungnya dengan penuh kecewa.

Dia tidak habis pikir harga pulpen di JakBook & Edu Fair 2015 ini mencapai Rp 40 ribu, padahal harga ecerannya hanya Rp 30 ribu. Selain itu harga buku tulis yang Ahok dapatkan informasinya dalam pameran tersebut mencapai Rp 42 ribu, sedangkan harga pasaran hanya Rp 37 ribu.

"Ada lagi buku gambar di sini Rp 55 ribu, di luar itu Rp 27 ribu. Jadi ini tidak pantas, harusnya di sini lebih murah. Apalagi tas, lebih kurang ajar di Tanah Abang Rp 70 ribu dapat, di sini Rp 170 ribu bukan merek yang ngetop lagi!" geram Ahok.

3. Minta Maaf ke Pengunjung

Ahok saat sambutan dan meminta maaf ke pengunjung (Foto: Rengga Sancaya)
Ahok kecewa bukan main dengan Jakarta Book & Education Fair 2015 karena harga yang ditawarkan peserta pameran lebih mahal dari harga pasaran. Atas nama Pemprov, Ahok meminta maaf kepada warga yang telah datang.

"Saya mohon maaf untuk kejadian ini kepada bapak, ibu," tutur Ahok saat memberi sambutan di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2015).

Ahok marah karena mendapat laporan dari sejumlah pengunjung yang menyebut harga-harga perlengkapan sekolah di pameran tersebut lebih mahal. Padahal seharusnya orangtua siswa yang memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa mendapat potongan harga lebih murah, sehingga saldo yang terdapat di dalam rekeningnya tidak banyak habis terpakai untuk memenuhi perlengkapan sekolah jelang tahun ajaran baru 2015/2016.

4. Marah-marah

Ahok saat datang ke Jakbook dan Edu Fair (Foto: Rengga Sancaya)
Awalnya Ahok diundang untuk meresmikan JakBook & Edu Fair 2015. Namun Ahok kecewa karena harga-harga di pameran justru lebih mahal dari harga di pasaran. Ahok marah dan batal meresmikan pameran yang diselenggarakan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) itu.

"Tadi saya berpikir pameran bisa lebih hemat 50 persen. Mana ada sih orang buat pameran harganya lebih mahal daripada harga pasar? Nggak ada! Di dunia yang namanya pameran, pasti lebih murah! Cuma pameran ini saja yang agak kacau," lanjut Ahok dengan nada meninggi.

Ahok pun mengatakan, dirinya tidak mau membuka ataupun meresmikan pameran tersebut. Sebab, hasilnya sangat jauh dari bayangan dan mengecewakan.

"Enggak usah. Makanya aku enggak mau resmiin tadi kan. Aku enggak buka kan. Aku enggak tutup juga. Aku diam saja," tegasnya.

5. Larang Guru Ajak Siswa

Foto: Grandyos Zafna
Saking kecewanya dengan Jakarta Book & Education Fair 2015 karena harga-harganya mahal, Ahok sampai menyarankan agar guru-guru tak mengajak siswanya ke pameran itu.

"Ya itu kan dia (panitia) mau bikin (pemeran) ya silakan saja. Tapi, saya enggak mau lagi meminta guru-guru mengatar anak-anak ke sana. Pikiran saya IKAPI kan tahun lalu 350 ribu pengunjung, kalau kamu bikin pameran gimana kamu bikin tertarik pengunjung? Pasti bikin diskon habis-habisan, buku-buku dari penerbit pasti diskon habis-habisan," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2015).

Ahok juga sudah meminta maaf kepada para pengunjung dan meminta para pengunjung itu tak datang lagi ke pameran. Hal itu disampaikan Ahok saat memberikan sambutan di acara pembukaan Jakarta Book & Education Fair 2015, Senin (27/7/2015) kemarin.

"Makanya saya bilang, maaf buat pameran ini tidak perlu lagi datang ke sini belanja. Saya orangnya bukan orang politik, kalau orang politik takut kesinggung tidak pilih saya. Kalau saya nggak apa-apa santai saja, banyak kerjaan juga," ucapnya saat memberikan sambutan di pameran, Senin (27/7/2015) kemarin.

"Saya hanya mau menyampaikan ini kebenaran. Saya bilang ke Bank DKI, asal toko yang ada logo BCA, Bapak Ibu bisa gunakan KJP di mana saja. Jadi cari saja toko buku dan sepatu di mana pun yang ada debit card-nya. Dinas Pendidikan dan Bapak Ibu tidak usah lagi datang ke sini, tidak perlu lagi selama harga masih kayak gini Bapak Ibu cari saja toko yang memiliki logo debit BCA atau ATM Bersama," pinta Ahok dengan tegas.

Sebelum menyudahi sambutannya, Ahok pun kembali menegaskan kepada pengunjung yang riuh bertepuk tangan mendengar pernyataan dia. "Sekali lagi beli saja di tempat lain, saya saranin Bank DKI datangi (pasar) Asemka dan lain-lain," pungkasnya diiringi riuh tepuk tangan lebih keras lagi dari pengunjung yang hadir.
Halaman 2 dari 6
(slh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads