Korban Tewas Innova Vs Bus di Cipali Jadi 8, Sopir Ngantuk dan Overspeed

Yudhistira Amran Saleh, Nograhany Widhi K - detikNews
Selasa, 28 Jul 2015 13:15 WIB
Ilustrasi (Foto: Widha Habib Kurniawan)
Jakarta - Korban tewas kecelakaan maut Toyota Innova yang menabrak bus PO Setia Negara jadi 8 orang. Kecelakaan itu disebabkan karena pengemudi mengantuk dan melenceng.

Staf Marketing RS Sumber Waras Cirebon, Yudit, yang dikonfirmasi detikcom pada Selasa (28/7/2015) ini membenarkan bahwa seorang korban kritis kecelakaan Innova dan bus PO Setia Negara di Tol Cipali pada Jumat (24/7/2015) malam lalu meninggal dunia pada Senin (27/7/2015) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB.

"Namanya Mira Ayu Priscillia, 22 tahun, kondisinya sempat ada perbaikan namun kemudian down," tutur Yudit hari ini.

Jenazah Mira Ayu, hari ini sudah diambil keluarga untuk dimakamkan di Ponorogo, Jawa Timur. Sebelumnya, Mira Ayu merupakan satu-satunya penumpang di dalam mobil Toyota Innova yang selamat meski kritis. Sedangkan ayah-ibu dan dua saudara kandungnya meninggal dunia seketika.
Mereka yakni Suhut Supriyanto (52), Suprihati (44), Irsyad (4) dan Pranita (5), mereka adalah warga Jalan Tipar Raya, RT5/RW9, Mekarsari, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Semuanya dikebumikan di Ponorogo.

Dalam mobil Innova, satu keluarga lagi tewas. Mereka yakni Tri Wahyono, Ipat Patimah dan Sasyana. Tri dan Ipat merupakan suami istri dan masih saudara dengan Suhut. Sedangkan Sasyana merupakan anak dari Tri dan Ipat. Mereka yang berdomisili di Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, itu dikebumikan di Solo.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono menyebutkan, mobil Innova bernopol B 1805 EKX itu dikemudian oleh Tri Wahyono (34), warga Jalan Mawar no 64 RT 10 RW 002, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Sedangkan bus PO Setia Negara itu dikemudikan oleh Enco (58) warga Desa Manis Kidul, Rt 02 Rw 06, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Tak ada korban jiwa di bus PO Setia Negara.

Sebelumnya petugas Call Center Tol Cipali, Teguh menyebutkan, bus dengan nopol E 7607 YK ini melaju di jalur Cikopo menuju Cirebon. Bus yang melaju dengan kecepatan tinggi ini tak bisa menghindari Toyota Innova yang sebelumnya menabrak median jalan hingga menyeberang ke jalur yang dilalui bus tersebut.

Sedangkan dari investigasi Korlantas Polri, kecelakaan terjadi karena overspeed alias kecepatan yang terlalu tinggi.

"Penyebabnya overspeed itu. Dan kita dari hasil penyelidikan, dia mengantuk dan kendaraan melenceng," jelas Kompol Roby Septiadi yang berjaga di stand Korlantas Polri di Posko Terpadu Tingkat Nasional Angkutan Lebaran 2015 di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2015).

Polri, imbuh Roby, selalu menyampaikan secara berulang bahwa pengemudi yang mengantuk saat melakukan perjalanan untuk menepi dan tidur terlebih dulu.

"Jangan dipaksakan. Dan yang pasti kalau dari hasil pemeriksaan kecelakaan tol di Cipali karena overspeed. Kan saya bilang tadi, trek tol Cipali itu kan karakter jalan cepat," lanjut dia.

Tol Cipali diakuinya memang menjadi favorit pemudik karena baru dibuka, treknya lurus dan bisa menghemat waktu tempuh cukup signifikan. Bila lancar, Jakarta-Cirebon hanya ditempuh dalam waktu 3-4 jam.

"Sekali lagi, ini bukan sirkuit. Tetap harus diperhatikan keselamatannya," pesan Roby.
Halaman

(nwk/nrl)