detikNews
Selasa 28 Juli 2015, 13:01 WIB

Wahai Parpol Pengusung Eks Napi ke Pilkada, ke Mana Hati Nuranimu?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Wahai Parpol Pengusung Eks Napi ke Pilkada, ke Mana Hati Nuranimu? Foto: File KPU Jatim
Jakarta - Sangat banyak tokoh potensial yang bisa diusung di Pilkada namun parpol malah mengusung eks napi korupsi. Di mana hati nurani para petinggi parpol itu?

"Mereka bukan hanya tak punya hati nurani, tapi tidak punya niat membangun negara lewat pendidikan politik yang positif," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada wartawan, Selasa (28/7/2015).

Sudah sepatutnya parpol yang mengusung para eks napi korupsi ke ajang Pilkada mendapat kecaman. Betapa tidak, parpol seharusnya memberikan pendidikan politik bagi masyarakat agar anti terhadap korupsi. Parpol bisa mengusung tokoh potensial lain yang bersih dari korupsi.

Sangat disayangkan parpol tidak mengusung tokoh potensial yang tidak punya modal politik dan finansial kuat. Padahal Indonesia tak pernah kekurangan tokoh potensial untuk calon kepala daerah.

"Indonesia tidak pernah kekurangan SDM bagus dan berkualitas. Parpol seharusnya membuka mata dan mencari kader terbaik dari manusia terbaik di tengah masyarakat," kata peneliti senior Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) ini.

"Hal konyol kalau parpol hanya berkutat pada calon yang jelas-jelas bermasalah. Bisa jadi parpolnya juga bermasalah," kritiknya.

Sejumlah parpol mengusung eks napi korupsi di Pilkada. Golkar yang mengusung eks napi korupsi Jimmy Rimba Rogi (Imba) mengaku mengusung eks Walkot Manado ini sudah insaf dan tidak akan korupsi lagi. Sementara itu eks napi korupsi Soemarmo Hadisaputro diusung oleh PKB dan PKS di Pilwalkot Semarang. Ke mana hati nurani para parpol pengusungnya?
(van/try)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com