Ratusan stand yang memajang berbagai makanan khas dan produk kerajinan dari sejumlah daerah di Jatim. Selain itu produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal siap menyambut para muktamirin.
Koordinator lapangan NU Expo, Karnadi mengatakan, panitia telah menyiapkan sedikitnya 315 stand untuk expo kali ini. Ratusan stand itu terdiri dari 3 bagian berbeda. Sebanyak 137 stand yang dinaungi tenda besar dikhususkan untuk memajang produk-produk dari perusahaan dan produk makanan dan kerajinan khas dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Seperti dari Pasuruan, Pemprov Jatim, Tuban, Sidoarjo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Surabaya yang sudah membuka stand mereka di pameran ini.
Bagian ke dua terdiri dari 109 stand terletak di luar tenda. Stand yang berbentuk kerucut ini dikhususkan bagi pelaku UMKM, baik dari Jombang maupun dari daerah di sekitarnya. Sedangkan kelompok stand ketiga yang diletakkan di halaman Stadion Merdeka dikhususkan bagi perusahaan yang menjadi sponsor expo tersebut.
"Keseluruhan ada 300 lebih stand yang kami sediakan. Masyarakat umum maupun muktamirin bisa belanja berbagai produk khas dari Jombang maupun daerah lain," kata Karnadi, Selasa (28/7/2015).
Karnadi menjelaskan, NU Expo dibuka selama 12 hari, yakni sejak 25 Juli hingga 5 Agustus mendatang. Sebelum tanggal 1 Agustus, expo dibuka antara pukul 15.00-23.00 WIB.
"Mulai tanggal 1 Agustus nanti kami akan buka lebih awal, Insya Allah mulai pukul 13.00 WIB. Karena pengunjung pasti membludak dengan hadirnya para muktamirin dari seluruh Indonesia," jelasnya.
Terdapat sejumlah stand menarik yang wajib dikunjungi dalam NU Expo ini. Salah satunya adalah Museum NU yang memamerkan seragam Riyanto, anggota Banser yang menjadi korban tewas serangan bom Natal di Gereja Ebenheizer Mojokerto tahun 2000 silam. Selain itu terdapat pula stand khusus yang memamerkan hewan aneh berupa sapi berkaki lima atau Lembu Suro.
Sayangnya, hingga hari ke-4 dibukanya NU Expo, masih terdapat puluhan stand yang belum ditempati. Sebagian di antaranya dalam kondisi kosong namun sudah ada nama orang maupun lembaga yang akan menempatinya. Diduga, mahalnya harga membuat sejumlah stand masih belum ada peminatnya.
"Untuk stand yang di dalam tenda harga sewanya Rp 10 juta selama 12 hari, kalau stand yang stand kerucut di luar tenda Rp 5 juta," kata Karnadi.
Muktamar NU ke 33 yang akan berlangsung 1-5 Agustus mendatang bakal bertempat di 5 lokasi berbeda di Kabupaten Jombang. Alun-alun akan menjadi tempat pembukaan yang rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo sekaligus tempat berlangsungnya sejumlah rapat pleno muktamar. Sedangkan 4 lokasi lainnya, yakni Ponpes Tebu Ireng, Ponpes Darul Ulum, Ponpes Bahrul Ulum, dan Ponpes Mambaul Ma'arif bakal menjadi tempat sidang komisi para peserta muktamar sekaligus tempat penginapan. (bdh/rul)











































