Warga Soraki Pembunuh Ny. Hani
Rabu, 23 Feb 2005 13:33 WIB
Jakarta - Warga Kompleks Perumahan Billy Moon yang menyaksikan rekonstruksi pembunuhan Ny. Barkah Hani tampak geram saat melihat ulah empat pembunuh istri pejabat BIN tersebut. Bahkan, sebagian warga nyaris menimpuki pelaku saat akan meninggalkan TKP.Aksi warga itu berhasil dicegah aparat keamanan. Hanya saja, teriakan 'pembunuh' dan sorakan yang mencemooh pelaku sulit dibendung."Pembunuh...pembunuh.., huuuuuuu," teriak warga ketika melihat pelaku meninggalkan rumah Subono, salah seorang tersangka, usai rekonstruksi yang berlangsung selama dua jam di TKP 1, Jl. Kepala Sawit Raya Blok AM No.16, Perumahan Billy Moon, Kalimalang, Jakarta Timur, Rabu, (23/2/2005)."Penggal saja kepalanya," teriak seorang warga yang disambut warga lainnya. Namun, saat melihat Leo Hasibuan, yang wajahnya masih kekanak-kanakan, seorang ibu terlihat iba. Dengan logat betawi kentalnya ibu tersebut mengatakan, "Aduh tuh bocah kasihan banget ya, muda-muda udah jadi pembunuh."Rekonstruksi sendiri diawali dengan datangnya kendaraan Ny. Hani yang dibawa sopirnya, Rohmat serta dua anak Ny Hani, yang dilanjutkan di ruang tamu dengan adegan menidurkan kedua anak bernama Sarah (8) dan Jihan (4).Setelah itu, barulah rekonstruksi dilanjutkan dengan adegan pembunuhan Ny. Hani yang dilakukan di teras belakang rumah Subono. Pelaku terdiri dari tiga orang, yakni Subono, Leo, anggota Dema Kodam I Bukit Barisan, dan Adnan, teman dekat Ny. Ida, otak pembunuhan.Sementara Ny. Hani ke teras belakang, sopir Ny Hani, Rohmat, tertidur di mobil. Di teras belakang itu Ny. Hani dihabisi dengan menggunakan pisau dan balok kayu yang menyebabkan dagunya robek dan pelipisnya terluka. Setelah menghabisi Ny. Hani, ketiga tersangka menghampiri Rohmat yang sedang tidur di garasi mobil.Meski sempat sadar, ketiga tersangka langsung menghujani Rohmat dengan balok. Setelah Rohmat tidak berdaya, ketiga pelaku mengangkat mayat Ny. Barkah untuk dijejerkan dengan mayat Rohmat. Kedua mayat tersebut lalu diangkat ke dalam mobil milik Ny. Hani oleh Subono dan Adnan.Setelah mayat berada di dalam mobil, pembagian tugas pun dilakukan yaitu dua orang tetap berada di rumah, yakni Subono dan Ny. Ida. Sedangkan Leo dan Adnan kebagian tugas membuang mayat korban. Saat itu yang mengendarai mobil adalah Adnan, sementara Leo dengan motor GL Pro mengawalnya.Saat Adnan dan Leo membuang korban, Ny. Ida dan Subono membersihkan dan mencuci darah yang berada di teras belakang dan garasi. Setelah membersihkan darah, Subono dengan wajah tenang lalu mengumpulkan barang bukti berupa balok kayu untuk dibuang di tanah kosong samping rumah Subono. Lalu Ny. Ida pergi ke dapur untuk membuat teh. Setelah selesai membuang kayu, Subono kembali ke rumah untuk minum teh bersama dengan Ny. Ida yang selama rekonstruksi berlangsung terlihat gugup.Rekonstruksi kemudian dilanjutkan ke TKP II, tempat pembuangan mayat dan TKP III tempat pembuangan pisau. Namun, rekonstruksi di dua TKP ini hanya melibatkan Adnan dan Leo, sedangkan Ny. Ida dan Subono langsung dibawa ke Polda Metro Jaya.
(umi/)











































