5 Menteri Lingkungan Hidup ASEAN Bahas Kebakaran Hutan

5 Menteri Lingkungan Hidup ASEAN Bahas Kebakaran Hutan

Septiana Ledysia - detikNews
Selasa, 28 Jul 2015 11:20 WIB
5 Menteri Lingkungan Hidup ASEAN Bahas Kebakaran Hutan
Foto: Chaidir Anwar Tanjung
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan Meeting Of Technical Working Group (TWG)/Ministerial Steering Committe (MSC) on Transboundary Haze Pollution (THP) di Hotel Sheraton Bandara Soekarno-Hatta. Pertemuan ini untuk mencari solusi kebakaran hutan dan lahan serta pencemaran asap lintas batas negara ASEAN.

Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Bidang Lingkungan Hidup Brunei Darussalam Pehin Dato Haji Suyoi Haji Osman, Menteri LH Malaysia Datuk Seri G. Palanivel, Menteri Vivian Balakrishnan dari Singapura, Dapong Ratanasuwan dari Thailand dan Menteri Siti Nurbaya. Isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah tinjauan kejadian bencana asap dan prakiraan cuaca lingkup ASEAN, update kondisi kebakaran hutan dan lahan masing-masing negara, peningkatan kemampuan dalam sistem deteksi dini dan pemantauan kejadian kebakaran hutan dan lahan bagi negara-negara ASEAN.

Selain itu juga membahas membangun kapasitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang efektif, pelatihan terkait pengendalian kebakaran hutan dan lahan regional, proyek manajemen dan rehabilitas gambut, penentuan lokasi TWG/MSC THP berikutnya dan pembahasan rencana pendirian ASEAN Coordinating Center on Transboundary Haze Pollution Control (ACC THP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum memasuki ruangan, Menteri Siti Nurbaya mengatakan, pada 2015 Indonesia diprediksi akan mengalami El Nino Moderate dari bulan Juli-November sehingga kekeringan akan meningkat dan menyebabkan bahan bakar mudah terbakar. Untuk itu dengan adanya pertemuan ini bisa didapatkan solusi bersama untuk mengatasi kekeringan dan dampak kebakaran hutan.

"Nantinya kita dapat memecahkan permasalahan kebakaran hutan dan lahan serta pencemaran asap dengan semangan Asean," terang Menteri Siti di Hotel Sheraton, Selasa (28/7/2015).

Siti menambahkan, hingga saat ini jumlah titik hotspot di seluruh Indonesia adalah 4.763 titik. Di mana titik hotspot tertinggi berada di Provinsi Riau dengan 1.166 hotspot.

"Diikuti dengan Kalimantan Barat 539 hotspot. Untuk mengatasi itu kita akan merubah paradigma dan membangun sekat kanal, penyuluhan, patroli dan kuliah kerja nyata yang melibatkan 28 universitas," tutup Siti.

Acara pertemuan kelima menteri LHK dilakukan secara tertutup. Hingga saat ini pertemuan masih berlangsung dan rencananya setelah pertemuan selesai akan ada jumpa pers. (spt/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads