"Hari ini jam 8-9 kita ada namanya Leaderless Group Discussion, jadi dalam satu kelompok itu dibagi ada 6 peserta kemudian mereka diberikan suatu topik. Semua topiknya sama, dan tidak ada leader di situ," kata Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK Destry Damayanti kepada wartawan di Pusdiklat Kementerian Kesehatan, Jalan Hang Jebat Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2015).
Tes LGD, menurut Destry, bertujuan untuk melihat kemampuan berinteraksi para calon sesuai dengan dasar kerja pimpinan KPK yakni kolektif kolegial. Ini penting untuk jadi penilaian para calon bagaimana mereka mengambil keputusan secara bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delapan grup yang masing-masingnya terdiri dari 6 orang calon didampingi oleh assesor yang terdiri dari 2 psikolog, satu orang assesor bidang hukum dan assesor bidang inti lainnya.
Tes selanjutnya yakni presentasi dan wawancara. Untuk presentasi, masing-masing calon mempresentasikan bahan terkait KPK yang sudah disusun pada tes hari pertama Senin (27/7).
"Di situ kita ingin melihat, pertama tentunya bagaimana kemampuan mereka dalamm menyederhanakan suatu permasalahan yang tetap urusannya KPK. Bagaimana mereka menyederhanakan permasalahan yang dihadapi oleh KPK saat ini dan kemudian juga solusi apa yang mereka berikan termasuk suatu pemikiran yang out of the box mestinya. Nah itu semua hanya dalam 6 slide," imbuh Destry.
Untuk wawancara, ke 48 capim KPK akan menghadapi sejumlah assesor yakni bidang inti seperti manajemen, IT dan keuangan.
"Jadi hari ini semua jadi ada 3 kegiatan yang dilakukan, tujuan pertama untuk melihat bagaimana sifat kolegial dari para pimpinan terhadap pimpinan lainnya juga, kemudian kita mellihat leadership dan juga kompetensi bagaimana pemahaman si capim itu terhadap permasalahan yang dihadapi kpk dan juga pemahaman terhadap bidang bidang lainnya," tutur Destry. (fdn/mok)











































