Howard Tak akan Minta Maaf Soal Pengiriman Pasukan ke Irak

Howard Tak akan Minta Maaf Soal Pengiriman Pasukan ke Irak

- detikNews
Rabu, 23 Feb 2005 13:16 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Australia John Howard membela keputusannya untuk mengirimkan pasukan tambahan ke Irak. Ditegaskan Howard bahwa dirinya tidak akan minta maaf karena mengerahkan 450 tentara Australia lainnya ke Irak.Diakui Howard, keputusan ini tidak akan disukai sebagian besar rakyat Australia. Pasalnya ini bisa saja membahayakan jiwa personel Australia yang dikirim ke Irak. Howard juga mengakui bahwa sikap pemerintahnya telah berubah. Sebelumnya, pemimpin negeri Kangguru itu telah berjanji untuk tidak menambah jumlah pasukan Australia yang berada di Irak.Howard berdalih bahwa perubahan sikap itu diakibatkan perubahan situasi di Irak. "Saya akui secara terbuka bahwa kami telah mengubah sikap kami," ujar Howard kepada radio ABC dalam sebuah wawancara."Namun dalam situasi ini pemerintah harus punya kapasitas, jika situasi berubah, dan ini dinilai tidak hanya berdasarkan kepentingan kita sendiri namun juga dalam kepentingan demokrasi yang lebih luas," tandas Howard.Menurut Howard, salah satu alasan perubahan sikap itu adalah bahwa Australia merespons permintaan bantuan dari Jepang -- mitra besar regional. Juga demi mendukung Irak dalam langkahnya menuju demokrasi menyusul keberhasilan pemilu pada 30 Januari lalu."Saya tidak minta maaf untuk fakta bahwa pemerintah telah mengubah posisinya. Saya akui, saya akan dikritik karena itu," tutur Howard seperti dilansir Sdyney Morning Herald, Rabu (23/2/2005).Pasukan tambahan itu dikirim ke Irak untuk melindungi para personel non-tempur Jepang yang dilibatkan dalam pembangunan kembali negeri bekas rezim Saddam Hussein. Pasukan Australia ini juga akan melatih pasukan keamanan lokal selama setahun. (ita/)


Berita Terkait