"Ini kan sejak dahulu kita berdampingan. Sejak dahulu sudah ada agama hindu, budha, kristen dan lainnya. Hindu dan budha ada terlebih dahulu di Indonesia, kemudian islam masuk. Sejak itu kita sudah berdampingan tak ada konflik. Kemudian belakangan kristen masuk, lalu ada kelompok baru seperti ahmadiyah dan syiah. Tak ada konflik. Seperti itulah kita kembangkan keberagaman, bhinneka tunggal ika tak menjadi halangan untuk menjalankan ibadah," ujar Ketua Panitia Muktamar ke-33 NU Imam Aziz saat dihubungi, Selasa (28/7/2015).
Tema mengenai Islam Nusantara nantinya akan menjadi acuan untuk diskusi di Muktamar. Selain itu ada pula sisi acara yang kental dengan tema tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tema tersebut diyakini mampu menjadi jawaban atas adanya konflik yang mengatasnamakan agama. Padahal agama apa pun tak menghendaki adanya konflik, apalagi sampai dengan pertumpahan darah.
"Lebih lengkapnya nanti akan kita bahas di Jombang (arena Muktamar NU)," kata Imam. (bag/van)










































