Islam Nusantara dan Perwujudan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia

Jelang Muktamar ke-33 NU

Islam Nusantara dan Perwujudan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Selasa, 28 Jul 2015 10:20 WIB
Islam Nusantara dan Perwujudan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia
Foto: Situs Resmi NU
Jakarta - Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 nantinya akan mengambil tema 'Meneguhkan Islam Nusantara untuk Membangun Peradaban Indonesia dan Dunia'. Tema itu diambil mengingat adanya keberagaman yang dimiliki Indonesia.

"Ini kan sejak dahulu kita berdampingan. Sejak dahulu sudah ada agama hindu, budha, kristen dan lainnya. Hindu dan budha ada terlebih dahulu di Indonesia, kemudian islam masuk. Sejak itu kita sudah berdampingan tak ada konflik. Kemudian belakangan kristen masuk, lalu ada kelompok baru seperti ahmadiyah dan syiah. Tak ada konflik. Seperti itulah kita kembangkan keberagaman, bhinneka tunggal ika tak menjadi halangan untuk menjalankan ibadah," ujar Ketua Panitia Muktamar ke-33 NU Imam Aziz saat dihubungi, Selasa (28/7/2015).

Tema mengenai Islam Nusantara nantinya akan menjadi acuan untuk diskusi di Muktamar. Selain itu ada pula sisi acara yang kental dengan tema tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya kan begini, NU sejak berdiri itu mengamalkan ahlusunnah wal jamaah. Di setiap negara memiliki kontekstualisasi yang berbeda-beda. Nah, untuk di Indonesia itu Islam Nusantara kontekstualisasinya. NU dalam hal ini menegaskan bahwa islam di Indonesia merupakan bagian dari perkembangan yang panjang. Islam dari Aceh sampai ke Papua itu dikembangkan sesuai dengan kontekstualisasinya," tutur Imam.

Tema tersebut diyakini mampu menjadi jawaban atas adanya konflik yang mengatasnamakan agama. Padahal agama apa pun tak menghendaki adanya konflik, apalagi sampai dengan pertumpahan darah.

"Lebih lengkapnya nanti akan kita bahas di Jombang (arena Muktamar NU)," kata Imam. (bag/van)


Berita Terkait