"Hari ini pukul 16.00 WIB terakhir pendaftaran, banyak kepala daerah Partai Golkar yang terancam tidak bisa mendaftar karena rekomendasi dari kubu sana mereka tahan jadi mereka pasang tarif," kata Bambang kepada wartawan, Selasa (28/7/2015).
Nama-nama yang sudah disepakati bersama tetap saja dipersulit. Menurut Bambang, setelah mereka mendapatkan SK dari kubu Ical secara cuma-cuma, mereka harus menangis lantaran diminta mahar dalam jumlah besar saat menghadap kubu Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan soal uang tapi cara menodai rekomendasi. Kalau pukul 16.00 WIB mereka kurang dukungan, mereka gugur. Tanpa Golkar nggak bisa nyalon. Makanya saya ingin mendesak KPU untuk melihat fakta realitas ini bagaimana kalau ada pihak yang mempersulit sang calon padahal ada berita acaranya karena adanya permintaan uang ini, ini yang menyedihkan," imbuh Bambang.
Menurut Bambang, Agung telah menodai gagasan JK dengan mencari keuntungan pribadi. "Pak Hidayat (MS Hidayat) bilang di Jambi diminta Rp 5 miliar. Jadi semua daerah ada yang nangis karena terpukul karena sudah begadang berhari-hari mengikuti perdebatan dan tahu nama anaknya masuk tapi ketika dia datang ke DPP diminta uang. Benar tidaknya ini memang harus ditelusuri tapi kalau benar jelas menodai demokrasi," pungkasnya. (van/nrl)











































