Mengislamkan Penganut Animisme

Nabi dari Banggai Kepulauan(2)

Mengislamkan Penganut Animisme

- detikNews
Rabu, 23 Feb 2005 12:53 WIB
Jakarta - Sebelum diumumkan nama baru menjadi Zikrullah Aulia Allah, ternyata aliran ini telah berkembang pesat sejak 1956. Tak ada data pasti berapa jumlah pengikutnya, namun jumlhnya diduga mencapai ribuan jiwa dan tersebar di seluruh Indonesia.Data dari Kantor Departemen Agama Kabupaten Banggai menyebutkan aliran Alian Imamullah didirikan oleh Haji Ali Taetang Likabu pada 1956 dan berpusat di Dusun Sampekonan, Kecamatan liang, Kabupaten Banggai Kepulauan.Sebelum adanya faham alian ini, masyarakat Sampekonan menganut kepercayaan animisme, dinamisme dan mistik, hingga masuknya Haji Ali Taetang ke Sampekonan namun Ali Taetang membawa paham alian sebagai aliran baru agama Islam.Secara umum paham ini sama dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. Tapi paham alian ini mempunyai dua penyimpangan pokok, yakni adanya kepercayaan pintu kenabian tidak tertutup setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw sehingga Ali Taetang mentahbiskan dirinya sebagai nabi; dan kedua mengubah syahadat rasul menjadi wa asyhadu anna alian imamullah.Menurut Muhammad Amin, Pelaksana Harian Kepala Kantor Departemen Agama Banggai, pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan langkah-langkah hukum untuk mengatasi masalah ini. "Kami sebelumnya berpikir bahwa ahjaran ini sudah mati. Tahu-tahu diteruskan oleh anaknya," kata Amin.Menurut Zikrullah, saat ini, pengikutnya telah mencapai ribuan orang. Sejak 29 Agustus 2004, Zikrullah mengubah faham alian ini menjadi ajaran Zikrullah Aulia Allah. Zikriulah adalah anak kedua dari isteri kedua Ali Taetang. "Saya mendapatkan wahyu tentang kenabian saya, melalui mimpi," akunya.Kini, setelah Zikrullah ditahan polisi dan dilakukan penyuluhan dan bimbingan oleh beberapa ulma, puluhan pengikut aliran Alian Imamullah melakukan pertobatan dan kembali memeluk ajaran Islam yang sebenarnya. Mereka menyadari kedua aliran yang didirikan ayah dan anak ini adalah sesat.Pertobatan puluhan pengikut alian Imamullah ini disampaikan secara resmi di hadapan aparat Polres, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Departemen Agama dan pemerintah daerah. Acara pertobatan ini diikuti dengan pembaiatan para pengikut alian Imamullah.Hardi Pole (36) seorang PNS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai yang menjadi pengikut ajaran alian Imamullah mengaku telah lama mengikuti aliran ini. Ia mengaku punya sandaran firman Allah akan kebenaran aliran ini. "Dalam salah satu Surat Yusuf disebutkan bahwa tiap-tiap kaum itu memiliki nabi sendiri. Inilah yang saya jadikan pegangan," ungkap Hardi. Namun kini ia sadar dan kembali ke Islam yang sebenarnya. (diks/)



Berita Terkait