"Masih dirawat di NICU, ruangan kalau orang dewasa itu ICU," kata Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Parna saat dihubungi detikcom, Senin (26/7/2015).
Zaki mengalami luka cukup parah di bagian perut sebelah kiri. Bahkan saat dilakukan penanganan pertama di RS Sunan Kalijaga, salah satu perawat mengatakan usus besar Zaki keluar. Kemudian Zaki dan korban lainnya, Safik dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang.
"Luka yang itu (sobek di perut) sudah langsung kami tangani kemarin, dioperasi. Masih dirawat intensif, semoga membaik," pungkasnya.
Sementara itu Safik kini sudah dirawat di bangsal anak setelah sebelumnya dibawa ke IGD. Selain Safik dan Zaki, satu anak bernama Azka nyawanya tidak tertolong akibat luka sabet di leher. Ia tewas saat dibawa ke RS Sunan Kalijaga Demak.
Diketahui peristiwa pembacokan tersebut terjadi hari Minggu (26/7) kemarin sekira pukul 11.00 siang kemarin. Saat itu salah satu warga Wonowoso, Karangtengah, Demak yaitu Eko Nur Arifin (23) menggelar acara ulang tahun anaknya dengan berbagai hiburan. Banyak warga yang menonton termasuk anak-anak.
Tiba-tiba pelaku yang bernama Supriyadi keluar rumah membawa golok dan mengamuk. Tiga anak yang duduk di halaman rumah pelaku yaitu Safik, Zaki, dan Azka terkena sabetan golok. Mereka langsung dibawa ke RS Sunan Kalijaga Demak karena luka parah.
Sementara itu pelaku juga sempat dibawa ke RSI NU Demak karena luka dihajar warga. Namun kini pria yang dikenal tetangga memiliki gangguan jiwa itu sudah mendekam di sel Polres Demak.
Pelaku ternyata masih bisa berkomunikasi dengan baik saat dimintai keterangan. Namun untuk memastikannya, pihak kepolisian menunggu hasil pemeriksaan ahli terkait kondisi kejiwaannya. (alg/bar)











































