SBY Belum Terima Surat DPR yang Minta Jaksa Agung Ditegur

SBY Belum Terima Surat DPR yang Minta Jaksa Agung Ditegur

- detikNews
Rabu, 23 Feb 2005 12:31 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga kini belum menerima surat DPR yang berisi permintaan agar presiden menegur keras Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Setelah surat sampai presiden akan membahasnya dan menyelesaikan secara proporsional.Hal ini disampaikan Yusril menanggapi hasil rapat konsultasi Pimpinan DPR dengan Pimpinan Fraksi dan Komisi yang sepakat mengirimkan surat kepada Presiden SBY dan memintanya untuik menegur keras Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh.Yusril, yang ditemui usai pengambilan sumpah jabatan Ketua Muda Mahkamah Agung Gunarto Suryono dan Harifin A. Tumpa oleh Presiden SBY di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakarta, Rabu (23/2/200), menyatakan hingga kini belum ada tanggapan presiden soal surat itu sebab surat belum sampai dan dibahas."Belum secara resmi kita bicarakan. Nanti surat akan sampai, akan kita bahas, analisis dan dalami, dan mencari solusi terbaik ntuk mentatasi. Karena kita ingin lembaga negara bisa berfungsi secara optimal," katanya.Kemudian ditambahkan Yusril, bila surat itu sudah sampai maka dirinya selaku mensesneg akan ikut menangani. "Kami akan pelajari sekali. Karena surat itu pasti saya akan ikut menangani. Dan kita akan lihat apa konteksnya, dan kita akan selesaikan persoalan ini secara proporsional."Dalam kesempatan itu Yusril juga menyatakan hubungan DPR dengan pemerintah harus proporsional. Jadi tidak bisa dianggap bahwa karena anggota DPR memiliki hak imunitet maka bisa mengatakan apa saja tanpa suatu pertanggungjawaban moral. "Saya melihat bahwa hubungan itu tetap merupakan hubungan yang proporsional dan Jaksa Agung juga tetap diberikan kesempatan untuk menjawab apa yang disampaikan anggota DPR dalam sidang itu. Jadi penyelesaian masalah ini ya normal saja," ujarnya.Kasus ini, menurut Yusril, juga tidak perlu dilihat sebagai hal yang akan memperburuk hubungan pemerintah dengan DPR. "Tetapi hubungan tetap berjalan dengan baik. Dan sebaiknya lah kedua pihak dalam forum yang terbuka membicarakan dan menyelesaikan masalah ini." (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads