"Saya mohon maaf untuk kejadian ini kepada bapak, ibu," tutur Ahok saat memberi sambutan di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2015).
Ahok marah karena mendapat laporan dari sejumlah pengunjung yang menyebut harga-harga perlengkapan sekolah di pameran tersebut lebih mahal. Padahal seharusnya orangtua siswa yang memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa mendapat potongan harga lebih murah, sehingga saldo yang terdapat di dalam rekeningnya tidak banyak habis terpakai untuk memenuhi perlengkapan sekolah jelang tahun ajaran baru 2015/2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok membayangkan, dengan pameran buku dan perlengkapan pendidikan seperti ini bisa memberi kesempatan pelajar memenuhi kebutuhannya. Sebab semasa kecil, Ahok merasa beruntung keluarganya bisa membelikan kebutuhan buku, tas dan lain sebagainya untuk bersekolah.
Sementara itu, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama dengan dia. Oleh karenanya dia pun berandai dengan pameran seperti ini harga-harga bisa menjangkau seluruh pangsa pasar memenuhi kebutuhannya.
"Saya membayangkan waktu saya kecil kebetulan ada uang di kampung kalau datang ke Jakarta boleh beli sepatu, baju, buku, tas. Kalau di Jakarta gaji bapaknya pas-pasan satu anak butuh Rp 800 ribu per bulan, kalau 4 anak gimana. Makanya di Jakarta 40 persen banyak anak yang tidak sekolah," urainya.
"Kalau mau kerjasama dengan DKI jangan mendzolimi orang kecil. Saya pasti marah. Saya kalau mampu membantu orang miskin, saya tidak suka di politik. Ini bukan habitat saya," tutup Ahok. (aws/bar)











































