Ada Capim KPK yang Gugur karena Masukan Masyarakat

Ada Capim KPK yang Gugur karena Masukan Masyarakat

M Iqbal - detikNews
Senin, 27 Jul 2015 18:46 WIB
Ada Capim KPK yang Gugur karena Masukan Masyarakat
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Panitia seleksi calon pimpinan KPK menerima banyak masukan dari masyarakat termasuk LSM pegiat anti korupsi dalam proses seleksi calon pimpinan KPK. Adakah masukan itu yang mengugurkan calon?

"Ada, sudah kami catat," ujar ketua Pansel KPK Destry Damayanti di sela tes capim KPK yang digelar di Pusdiklat Kementerian Kesehatan, Jalan Hang Jebat Raya Blok F3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015).

Destry tak merinci masukan masyarakat yang mana dan siapa calon dimaksud. Namun menurutnya setiap masukan itu akan lebih dulu diverifikasi oleh tim. Masukan bisa diterima langsung pansel atau melalui website http://capimkpk.setneg.go.id

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya masyarakat umum, lembaga swadaya masyarakat seperti ICW dan jaringannya juga diakui turut memberikan masukan. "Masukan masyarakat akan kita verifikasi dengan mereka (pegiat anti korupsi -redi," ujarnya.

"Masukannya ada yang personal dan berkenaan dengan kompetensi saat bekerja, ada juga yang memobilisir kayak idol-idol. Masukan itu bukan berarti makin banyak jadi juara, tapi berbobot," tegas ekonom itu.

Anggota pansel lainnya Natalia Subagyo menambahkan, masukan masyarakat itu hanya salah satu pertimbangan dari banyak tes sehingga tidak serta merta disebut gugur karena masukan publik. Lolos dan tidaknya calon diuji dari keseluruhan tes yang dirancang oleh pansel.
Β 
"Masyarakat bisa beri masukan melalui website kepada pansel dan hanya pansel yang baca masukan ini. Cara ini nampaknya sangat menarik bagi masyarakat karena banyak yang kirim masukan," ujar Natalia.

Setiap masukan itu kata Natalia ada polanya, yaitu masukan yang benar-benar asli dari masyarakat atau hanya 'engine' untuk endorse calon. Pola itu sudah terbaca pansel sehingga tidak langsung bisa dipercaya.

"Website akan aktif sampai 2 Agustus," ucapnya.

(bal/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads