"Kita sudah beberapa kali meminta Pemda untuk pasang jaringan PDAM ke rumah langsung, sampai sekarang tidak langkah nyatanya," ujar Ketua Rt 01 Desa Ciantra, Sugianto saat ditemui di sela-sela pembagian air bersih, Senin (27/7/2015).
Beberapa kali pengajuan warga untuk pemasangan PDAM ke rumah mendapat jawaban tidak enak. Bahkan alasan yang diberika terbilang berbelit-belit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugianto mengatakan beberapa warga ada yang memakai jetpump. Namun memasuki kemarau, sumur di rumah warga tetap kekeringan.
"Ya ada juga airnya tapi kalau keluar lama-lama menjadi bau sudah gitu berbau kuning. Tak sedikit juga warga yang sudah menggali cukup dalam tapi tidak keluarkan air," paparny.
Senada dengan Sugianto, Yuniarti juga meminta hal yang sama. Pasalnya sebagai ibu rumah tangga persoalaan ini juga berdampak terhadap dapurnya.
"Sehari kita harus keluarkan kocek Rp 2.500 / jerigen sampai Rp 80.000 untuk pengisian satu toren penuh, belum lagi untuk kebutuhan minum kita membeli air isi ulang," paparnya.
Yuniarti mengatakan jika ada jaringan PDAM yang masuk ke rumah. Ia percaya persoalan kekeringan dapat terselesaikan.
"Kalau ada jaringan PDAM kita enak, karena kalau musim kemarau, air juga masih mengalir," tandasnya. (edo/gah)










































