JK: Mudah-mudahan Kekeringan Tidak Sampai Akhir Tahun

JK: Mudah-mudahan Kekeringan Tidak Sampai Akhir Tahun

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Senin, 27 Jul 2015 18:40 WIB
JK: Mudah-mudahan Kekeringan Tidak Sampai Akhir Tahun
Foto: M Iqbal
Jakarta - Musim kemarau tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino sehingga lebih panjang. Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta warga waspada dengan kekeringan di bulan Agustus dan September.

"Kalau masih bulan Juli ini tentu orang masih bisa bertahan, tapi Agustus dan September kita harus hati-hati," kata JK di kantr Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Senin (27/7/2015).

Kekeringan ini diprediksi oleh para pakar akan berlangsung hingga November. Krena itu ia meminta warga lebih efisien menggunakan air. Selain itu, ia juga mengimbau warga melaksanakan salat Istisqa (salat minta hujan) dan berdoa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harapkan masyarakat disamping usaha, juga berdoa, salat Istisqa, dan sebagainya. Mudah-mudahan kekeringan tidak sampai akhir tahun," ucapnya.

Ia mengakui dengan kondisi iklim yang ada saat ini, sulit untuk melaksanakan rekayasa cuaca dengan hujan buatan. Kondisi awan, kelembaban yang tak mencapai 80 persen serta angin yang cukup kencang disebutnya menjadi faktor hujan buatan tak efektif.

Pada musim kemarau tahun ini, beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan berkepanjangan. Akhirnya, ini berefek pada sulitnya warga mendapatkan air bersih.

Untuk lahan pertanian, JK sudah memerintahkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar menyiapkan pompa. Mobil tangki air PMI sebanyak 50 unit juga sudah dikerahkan.

"Tiap musim kemarau panjang, air kurang dan tentu pertanian terganggu. Kita bisa mengatasinya dengan di daerah pertanian itu yang penting disebar dan dilengkapi dengan pompa-pompa air. Baik pompa air dari sungai, juga pompa air tanah," terangnya.

Sayangnya, beberapa petani di wilayah Jawa mengeluhkan pasokan air baik air tanah atau air sungai yang minim. Misalnya, di Jawa Barat diperkirakan sekitar 49 ha lahan warga mengalami kekeringan. Di kabupaten Pasuruan, 23 desa dari 7 kecamatan terancam mengalami kekeringan. Karena itu, banyak kepala daerah yang menggelar salat Istisqa untuk meminta turunnya air hujan.

Selain soal pertanian, JK juga menyoroti kebakaran hutan di Jambi dan Riau. Ia mengatakan sejak awal sudah disiapkan helikopter untuk memadamkan titik-titik api.

"Dari awal sudah disiapkan peralatan seperti helikopter besar sudah di situ," pungkas JK. (mnb/mad)


Berita Terkait