TNI Berharap GAM Benar-benar Cabut Tuntutan Merdeka
Rabu, 23 Feb 2005 12:14 WIB
Jakarta - GAM menyatakan akan mencabut tuntutan merdeka dan memisahkan diri dari NKRI. Menanggapi itu, TNI berharap pernyataan itu benar-benar dilakukan."Ya harapannya seperti itu. Memang tidak sewajarnya ada suatu daerah berkeinginan merdeka. Kalau ada permasalahan, sebaiknya diselesaikan dengan cara-cara yang baik, tapi tidak dengan cara melepaskan diri dari NKRI," kata Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto.Hal itu disampaikan dia menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab) KSAU dari Marsekal Chappy Hakim kepada Marsekal Madya Djoko Suyanto."Harapan kita, moga-moga ini merupakan indikasi bagus bisa menyelesaikan masalah Aceh secara tuntas, sehingga semua masyarakat bisa bekerja optimal akibat pascatsunami," ujar pria yang akrab disapa Tarto ini.Mengenai kemungkinan akan ada perubahan pola operasi terkait pernyataan GAM tersebut, menurut dia, TNI menunggu keputusan politik sejauhmana keputusan Presiden. Karena sampai saat ini operasi terpadu merupakan keputusan terakhir yang dikeluarkan Presiden soal Aceh.KSAD Letjen Djoko Santoso menambahkan, keberadaan pasukan TNI di Aceh merupakan keputusan politik pemerintah. TNI bertugas di mana saja, itu atas keputusan pemerintah.Pria yang belum sertijab dari Jenderal Ryamizard Ryacudu ini juga berharap GAM serius mencabut tuntutan merdeka. "Mudah-mudahan begitu. Kita semua berharap permasalahan Aceh cepat selesai," ujarnya.Mengenai perundingan RI-GAM yang sudah berlangsung dua kali, dia berpendapat itu merupakan kewenangan pemerintah. "Jadi bukan kewenangan TNI atau TNI AD. Kita ikuti saja kerangka kesepakatan itu. TNI tunggu perintah dari pemerintah," kata Djoko Santoso.
(sss/)











































