Nasib Suram PPP, 'Rumah Besar Umat Islam' yang Terancam Digusur di Pilkada

Nasib Suram PPP, 'Rumah Besar Umat Islam' yang Terancam Digusur di Pilkada

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 27 Jul 2015 16:29 WIB
Nasib Suram PPP, Rumah Besar Umat Islam yang Terancam Digusur di Pilkada
Foto: Diolah dari Thinkstockphotos.com
Jakarta - Kata 'islah' tampaknya belum ada dalam benak dua kubu Partai Persatuan Pembangunan yang masih berseteru hingga kini. Pilkada serentak bahkan tidak dapat mempersatukan partai berlambang kakbah ini meski hanya sementara.

Di saat Partai Golkar yang juga bersengketa mengusahakan islah terbatas demi Pilkada, PPP masih ogah untuk duduk bersama. Baik kubu Muktamar Surabaya yang dipimpin oleh Romahurmuziy (Romi) maupun kubu Muktamar Jakarta yang dikawal Djan Faridz masih memilih jalan masing-masing.

Romi sudah melakukan uji kelayakan secara sepihak terhadap calon-calon kepala daerah dari PPP. Kubu Djan Faridz tidak dilibatkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak, tidak bersama kubu PPP yang lain. Kami tetap berpegangan pada putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) yang memenangkan kepengurusan hasil Muktamar Surabaya," ujar Romi di sela acara halalbihalal di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2015).

Bila ada persamaan antara dua kubu di PPP, itu adalah sama-sama memilih jalan sendiri. Kubu Djan Faridz pun tidak pernah berembuk dengan Romi terkait urusan Pilkada.

"Kita tidak pernah duduk bersama dengan kubu Romi," ucap Waketum PPP kubu Djan, Fernita Darwis.

Pada akhirnya, para calon kepala daerah yang mesti mengeluarkan usaha ekstra. Mereka yang harus bolak balik ke dua kubu untuk mendapatkan rekomendasi dari keduanya. Bila gagal di satu kubu, calon kepala daerah pun harus putar otak lagi agar tetap bisa maju.

Belum ada titik terang untuk persatuan di tubuh PPP hingga saat ini. Tawaran Wapres Jusuf Kalla untuk menjadi fasilitator islah PPP pun bagaikan angin lalu karena tak ada sambutan berarti dari dua kubu.

Mendagri Tjahjo Kumolo sebagai perwakilan pemerintah pun mengaku tak bisa berbuat banyak bila ada partai yang belum islah. "Soal parpol yang belum islah, masih ada satu parpol. Saya enggak mau komentar jauh," ujar Tjahjo di Kemang, Jakarta Selatan hari ini.

Ujung-ujungnya, bila tak mau nasibnya terus suram, PPP harus menemukan solusinya sendiri. (imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads