Punya Syahadat dan Ka'bah

Nabi dari Banggai Kepulauan (1)

Punya Syahadat dan Ka'bah

- detikNews
Rabu, 23 Feb 2005 12:02 WIB
Palu - Anda mengenal Kabupaten Banggai Kepulauan di Sulawesi Tengah? Jika belum tenggoklah peta Sulawasi. Di bawah 'belalai' Sulawesi yang menjorok ke timur terdapat beberapa pulau. Itulah Kepulauan Banggai, yang sejak 1999 disahkan menjadi Kabupaten Banggai Kepulauan, biasa disingkat Bangkep.Belakangan ini di kepulauan tersebut warga digaduhkan peristiwa penangkapan seorang ulama yang mengaku-aku sebagai nabi. Penangkapan itu terjadi di Desa Labibi, Kecamatan Liang. Namun kabar itu sudah menyebar seantero kabupaten yang memiliki 9 kecamatan dan 158 desa dan 6 kelurahan tersebut. Usia ulama itu masih muda, 28 tahun. Namanya Zikrullah Bin Ali Taetang. Dia ditangkap aparat Polres Banggai karena mengaku sebagai nabi. Dia juga mendirikan aliran kepercayaan bernama Zikrullah Aulia Allah. Aliran ini merupakan versi terbaru dari aliran Alian Imamullah yang didirikan ayahnya, Ali Taetang Likabu pada 1970-an.Aliran Zikrullah Aulia Allah baru berdiri pada 29 Agustus 2004 lalu. Pada saat pendirian aliran itu, Zikrullah mengumumkan kenabiannya di atas mimbar Masjid Barokah, Dusun Sampekonan, Desa Labibi, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan.Saat itu, Zikrullah mengaku telah diangkat Allah menjadi nabi meneruskan almarhum ayahnya Ali Taetang Likabu yang juga mengaku sebagai nabi. Lalu Zikrullah menetapkan syahadat baru yang berbunyi asyhadu allah ilaha ilallah wa asyhadu anna zikrullah aulia allah. Syahadat ini mengganti syahadat yang dibuat ayahnya, asyhadu allah ilaha ilallah wa asyhadu anna alian imamullah. Zikrullah lalu menetapkan Dusun Sampekonan sebagai tempat suci untuk beribadah haji, dan Masjid Barokah dijadikan Ka'bah. Sementara sebuah batu hitam dijadikan hajaratul aswad, meniru batu hitam yang diletakkan Nabi Ibrahim AS di Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah, Saudi Arabia. Apa yang dilakukan Zukrullah sebetulnya mengulangi apa yang pernah dilakukan oleh ayahnya. Hanya saja, karena pada tahun 1970-an kawasan Bangkep masih terisolasi dan penduduknya belum banyak, maka ketika menengambangkan ajarannya, Ali Taetang Likabu tak mendapatkan masalah. Apalagi, saat itu penduduk Bangkep banyak yang menganut ajaran animisme.Tentu semua berbeda dengan sekarang, awal abad XXI di mana Bangkep sudah menjadi kabupaten tersendiri dan penduduknya semakin banyak. Oleh karenanya, pentasbihan dirinya sebgai nabi dan penyebaran aliran Zikrullah Aulia Allah terasa meresahakan warga Bangkep. Tak heran bila lelaki itu dilaporkan ke polisi. Kini dia mendekam di tahanan Mapolres Bangkep. Menurut Plh Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim), Polres Banggai, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Lukman, Zikrullah adalah tamatan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kendari, Sulawesi Tenggara. "Ia kami jadikan tersangka penodaan agama juga menyebarkan rasa permusuhan dalam satu agama." (diks/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads