Dikepung Asap, SD Islam Terpadu Annur Pekanbaru Percepat Jam Belajar

Dikepung Asap, SD Islam Terpadu Annur Pekanbaru Percepat Jam Belajar

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 27 Jul 2015 14:08 WIB
Dikepung Asap, SD Islam Terpadu Annur Pekanbaru Percepat Jam Belajar
Kegiatan belajar siswa saat kabut asap di Pekanbaru, Riau. (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Pekanbaru - Pihak Sekolah Dasar Islam Terpadu Annur, Yayasan Masjid Agung Pekanbaru memperpendek proses belajar mengajarnya. Ini dikarenakan Kota Pekabaru saat ini dikepung asap imbas kebakaran lahan.

Sekolah ini berada di kompleks Masjid Agung Annur Pekanbaru di Jalan Hangtuah Pekanbaru. Di hari pertama sekolah setelah Lebaran, pihak sekolah tidak melakukan upacara karena situasi dikepung asap.

"Dengan kondisi asap yang mulai menyelimuti Pekanbaru, kita sudah menjadwalkan para siswa akan pulang lebih cepat dibanding hari biasanya. Ini karena kabut asap," kata Kepsek SD Islam Terpadu Annur Pekanbaru, Raja Leni Marlina kepada wartawan, Senin (27/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, siswanya saat ini ada sekitar 270 orang. Tadi pagi Dinas Kesehatan Provinsi Riau meninjau sekolah tersebut. Pihak Dinas Kesehatan memberikan sosialisasi dampak buruk akibat kabut asap.

"Para siswa kita tadi pagi dibagikan masker secara gratis dalam sosialisasi tersebut. Dinas Kesehatan minta, agar para siswa bila beraktivitas di luar ruangan tetap menggunakan masker," kata Leni.

Menurut Leni, dengan kondisi asap ini, pihaknya sudah memutuskan jam pelajaran dipercepat hingga pukul 11.00 WIB. Padahal biasanya, siswa di sekolah tersebut setelah istirahat siang akan pulang pada pukul 14.30 WIB.

"Selama asap ini, akan kita percepat pulang. Kasihan anak-anak," kata Leni.

Selain mempercepat jam belajar, lanjutnya, aktivitas keluar main-main di luar ruangan juga ditiadakan. Begitu juga aktivitas olahraga di luar juga ditunda.

"Jam olahraga kita isi dengan teori saja di dalam ruangan. Tidak ada aktivitas olahraga di lua. Kita berharap kebakaran lahan segera teratasi. Tahun lalu, gara-gara asap sekolah kami libur sepekan," tutup Leni. (cha/rul)


Berita Terkait