Tjahjo: Masih Ada 13-14 Daerah yang Hanya Punya 1 Pasangan Calon di Pilkada

Tjahjo: Masih Ada 13-14 Daerah yang Hanya Punya 1 Pasangan Calon di Pilkada

Hardani Triyoga - detikNews
Senin, 27 Jul 2015 14:03 WIB
Tjahjo: Masih Ada 13-14 Daerah yang Hanya Punya 1 Pasangan Calon di Pilkada
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku hingga hari kedua batas pendaftaran calon kepala daerah masih ada 13 sampai 14 daerah yang hanya punya satu pasangan calon. Namun, dia tak khawatir dan tetap yakin di beberapa daerah ini akan muncul calon pasangan yang kompetitif.

"Masih ada 13-14 daerah yang sampai tadi malam itu belum ada lawan tandingnya. Tapi saya optimis sampai tanggal 28 atau perpanjangan tiga hari, saya yakin akan muncul," kata Tjahjo di Gedung BNPP, komplek IPDN Jl Ampera Raya, Jakarta, Senin (27/6/2015).

Dia memberikan contoh misalnya untuk Pilkada Surabaya. Sampai Sabtu (25/7), malam, belum muncul lawan tandingan untuk Walikota incumbent Tri Rismaharini. Tapi, saat Minggu (26/7), pagi sudah ada calon pasangan yang siap menantang Risma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya Sabtu malam ngecek di Pilkada Surabaya. Itu enggak ada lawan-lawannya Bu Risma. Tahu-tahunya Subuh, muncul satu pasangan calon," tuturnya.

Namun, jika memang hanya satu pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada, Tjahjo mengatakan ada dua opsi.
Pertama, bila suatu darerah tidak punya calon lebih, maka bisa diundurkan pada Pilkada selanjutnya atau di tahun 2017.

"Jika setiap darerah tidak punya calon lebih bisa diundurkan pada Pilkada 2017," sebutnya.

Usulan Tjahjo ini tercantum dalam Pasal 89 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 12 Tahun 2015. Dalam pasal ini, mengatur jika tak ada calon lain maka Pilkada di daerah itu akan ditunda hingga Pilkada berikutnya.

Kemudian, opsi berikutnya mesti ada kesepakatan seluruh parpol, KPU, agar bisa mengusulkan kepada presiden untuk membuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Tapi, untuk opsi ini, kemungkinan diprediksi sulit karena Perppu mesti dalam kondisi mendesak.

"Susah ya ini kan untuk kondisi genting, mendesak. Ini kesepakatan seluruh parpol, KPU bisa mengusulkan kepada Presiden untuk pembuatan Perppu," sebutnya.

Lanjutnya, Tjahjo berharap setiap daerah mesti ada lebih dari satu pasangan calon yang berkompetisi untuk menjaga demokrasi Pilkada. Dia menginginkan agar dalam Pilkada serentaj hanya muncul satu kepala daerah.

"Saya yakin muncul calon yang akan bertanding secara demokratis di Pilkada. Apalagi anggaran sudah disiapkan KPU. Jadi, sehingga seorang calon tak perlu mempesiapkan anggaran yang berlebihan. Jangan sampai Plkada serentak itu hanya muncul 1 calon potensial," tutur politisi PDIP itu. (hty/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads