Gerakan Pencerahan yang Berawal dari Beranda Rumah di Kauman

Jelang Muktamar Ke-47 Muhammadiyah

Gerakan Pencerahan yang Berawal dari Beranda Rumah di Kauman

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 27 Jul 2015 13:57 WIB
Jakarta - Muhammadiyah bersiap mengadakan hajatan Muktamar ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan. Ormas Islam terbesar kedua di Indonesia ini telah memasuki usia 104 tahun.

Pada 8 Dzulhijjah 1330 Hijriah atau pada kalender latin 18 November 1912, Muhammad Darwis mendirikan organisasi keagamaan di Yogyakarta atau lebih tepatnya di Kampung Kauman. Sosok Muhammad Darwis ini ke depan akan lebih dikenal dengan nama Ahmad Dahlan.

Berasal dari Kampung Kauman di Yogyakarta, kini Muhammadiyah tersebar di seluruh pelosok Indonesia, hingga ke beberapa negara di dunia. Dari berbagai sumber yang dikumpulkan detikcom, Senin (27/7/2015), sosok Ahmad Dahlan merupakan bagian penting dari generasi pembaharuan Islam di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat berada di tanah suci, Ahmad Dahlan sempat belajar kepada ulama-ulama Indonesia yang berada di sana seperti Syeikh Ahmad Khatib dari Minangkabau, Kyai Nawawi dari Banten, Kyai Mas Abdullah dari Surabaya, dan Kyai Fakih dari Maskumambang. Di samping itu, Ahmad Dahlan juga mempelajari pemikiran-pemikiran cendekiawan islam seperti Muhammad Abduh, Abdil Wahhab, Jamaluddin Al-Afghani,dan Rasyid Ridha.

Dari hanya sebuah ruangan di berada rumahnya di kauman yang hanya berisikan meja dan papan tulis untuk mengajarkan kegiatan ekstrakulikuler keagamaan, Ahmad Dahlan kemudian mendirikan organisiasi bernama
Muhammadiyah. Nama Muhammadiyah berarti 'Pengikut Nabi Muhammad'. Lambat laun, ruangan tempat Ahmad Dahlan tersebut mengajar disebut 'Sekolah Muhammadiyah'.

Salah satu tujuan didirikannya Muhammadiyah memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran agama di Hinda Belanda. Saat ini, organisasi Muhammadiyah berserta amal usahanya tersebar di berbagai pelosok di Indonesia.

Organisasi ini dapat menghidupi dirinya sendiri dan masyarakat banyak. Seperti salah satu kalimat Ahmad Dahlan. "Jangan hidup di Muhammadiyah, tetapi hidupilah Muhammadiyah"

(tfq/faj)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini