Pada 8 Dzulhijjah 1330 Hijriah atau pada kalender latin 18 November 1912, Muhammad Darwis mendirikan organisasi keagamaan di Yogyakarta atau lebih tepatnya di Kampung Kauman. Sosok Muhammad Darwis ini ke depan akan lebih dikenal dengan nama Ahmad Dahlan.
Berasal dari Kampung Kauman di Yogyakarta, kini Muhammadiyah tersebar di seluruh pelosok Indonesia, hingga ke beberapa negara di dunia. Dari berbagai sumber yang dikumpulkan detikcom, Senin (27/7/2015), sosok Ahmad Dahlan merupakan bagian penting dari generasi pembaharuan Islam di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hanya sebuah ruangan di berada rumahnya di kauman yang hanya berisikan meja dan papan tulis untuk mengajarkan kegiatan ekstrakulikuler keagamaan, Ahmad Dahlan kemudian mendirikan organisiasi bernama
Muhammadiyah. Nama Muhammadiyah berarti 'Pengikut Nabi Muhammad'. Lambat laun, ruangan tempat Ahmad Dahlan tersebut mengajar disebut 'Sekolah Muhammadiyah'.
Salah satu tujuan didirikannya Muhammadiyah memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran agama di Hinda Belanda. Saat ini, organisasi Muhammadiyah berserta amal usahanya tersebar di berbagai pelosok di Indonesia.
Organisasi ini dapat menghidupi dirinya sendiri dan masyarakat banyak. Seperti salah satu kalimat Ahmad Dahlan. "Jangan hidup di Muhammadiyah, tetapi hidupilah Muhammadiyah"
(tfq/faj)










































