Bila target tersebut tercapai, Indonesia akan menjadi 10 negara besar yang berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia. Hal itu diungkapkan Menlu Retno LP Marsudi dalam pertemuan The Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping di Hotel Fairmount, Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Senin (27/7/2015).
"Indonesia saat ini telah mengirimkan 2.800 orang pasukan penjaga perdamaian dunia. Visi kita ke depan mampu mengirimkan 4.000 pasukan penjaga perdamaian dunia lagi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Menlu, sikap Indonesia yang turut menjaga perdamaian sangat diapresiasi oleh dunia. Dan ini merupakan bentuk keberhasilan politik luar negeri Indonesia.
"Seperti Wasekjen PBB Atul Khare dan juga mantan Perdana Menteri Timor Leste Ramos Horta (katakan). Mereka sangat impresif dengan Indonesia. Ini merupakan keberhasilan politik luar negeri kita," kata Menlu.
Menurut rencana, pertemuan The Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping akan berlangsung hingga Selasa (28/7/2015) besok. Selain Menlu, hadir pula Wakil Sekjen PBB Atul Khare, mantan Perdana Menteri Timor Leste Ramos Horta dan Direktur Jenderal Multilateral Kemlu Hasan Kleib. (yds/nwy)










































