"Dua hari ini full ada profile assessment di mana hari pertama fokus berkaitan dengan penggalian potensi ccalon. Kemudian besok itu lebih interaktif diskusi akan presentasi, leaderless group discussion, bagaimana seseorang bekerja secara kolektif," ujar ketua Pansel KPK Destry Damayanti.
Hal itu disampaikan di sela tes capim KPK yang digelar di Pusdiklat Kementerian Kesehatan, Jalan Hang Jebat Raya Blok F3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian grup diskusi bagaimana mereka berinteraksi," ujarnya.
Anggota pansel lainnya Supra Wimbarti menambahkan tes sengaja dirancang dalam dua hari yaitu hari ini hingga pukul 07-00-22.00 WIB dan besok 07.00-17.00 WIB, untuk menguji ketahanan psikologis peserta.
"Tantangan bagi pimpinan KPK itu berubah, bergeser makin besar sehingga kita juga mendesign tes yang bisa menilik kemampuan mereka jadi pimpinan KPK ke depan. Sehingga kemampuan mereka, kepribadian mereka yang sudah ada, cocok atau tidak, tahan stres tidak, agresif tidak pada temen-teman wartawan, kolega atau pihak di luar KPK," papar ahli Psikologi SDM itu.
Kemudian, karena pekerjaan pimpinan KPK sangat berat yang secara fisik bisa sampai 24 jam pada kasus tertentu, jadi Pansel ingin melihat endurance peserta menghadapi permasalahan yang sample perilakunya diambil dua hari full.
"Kompetensi (psikologis) tidak terlihat, jadi karakter pribadi pada kehidupan normal. Tapi begitu ada pemantiknya kasus berat misal, sangat stresfull. Biasanya keaslian (sifat) terdalam akan keluar. Nah, itu akan kita lihat apakah bisa berjalan normal, berpikir jernih dan sebagainya," ucap Supra.
Sementara Presiden Direktur Quantum HR International Pribadiyono yang menguji para capim KPK, mengatakan tes bagi capim KPK mirip dengan calon hakim agung yang perlu menghasilkan pimpinan yang berjiwa negarawan. Psikologis peserta betul-betul dites.
"Apabila mereka di bawah tekanan sampai pukul 22.00 WIB mungkin ada gelisah, marah-marah atau tak terima, kita amati, kita ukur dan buat catatan tertentu," ucap Pribadiyono. (bal/faj)











































