Erupsi Gunung Dukono Ganggu Penerbangan, Status Tetap Waspada

Erupsi Gunung Dukono Ganggu Penerbangan, Status Tetap Waspada

Khairul Ikhwan Damanik - detikNews
Senin, 27 Jul 2015 11:57 WIB
Erupsi Gunung Dukono Ganggu Penerbangan, Status Tetap Waspada
Gunung Dokono di Halmahera Utara, Maluku Utara. (Wikipedia)
Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Kabupaten Halmahera Utara. Maluku Utara, menyebabkan terganggunya penerbangan di Bandara Gamarmalamo. Kendati demikian status gunung itu masih tetap Waspada (Level II).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah menetapkan status Waspada itu sejak 13 Juni 2008. SejakΒ  itu hingga Senin (27/7/2015) statusnya tidak berubah.

Kepala Subbidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana menyatakan, tetap melakukan pemantauan terhadap aktivitas gunung itu. Namun aktivitasnya cenderung stabil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gunung ini sudah meletus sejak tahun 1933, dan sejak saat itu hingga saat ini letusannya sama, menerus," kata Devy saat dihubungi, Senin siang.

Terkait dengan sebaran vulkanik Gunung Dukono yang mengganggu penerbangan, Devy menyatakan hal itu tidak bisa dijadikan indikator untuk menaikkan status gunung. Indikator terpenting, jika potensi letusan gunung itu akan membahayakan lebih jauh dari jarak yang diperkirakan semula.

Saat ini, kata Devy, wilayah bahaya Gunung Dukono berjarak sekitar 2 kilometer dari puncak. Masyarakat maupun pengunjung disarankan untuk tidak mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak.
Β 
Gunung Dukono secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara. Di kompleks gunung ini terdapat beberapa kawah yang beberapa di antaranya sudah tidak aktif. Kawah-kawah tersebut adalah Tanah Lapang, Dilekene A dan B, Malupang Magiwe (C), Telori (D), Heneowara (G), dan Malupang Warirang.

Sejak letusan tahun 1933 sampai saat ini, Kawah Malupang Warirang di puncak G. Karirang merupakan kawah paling aktif dan sebagai pusat kegiatan G. Dukono. Karakter letusannya bersifat magmatik eksplosif dan magmatik efusif.

Disebutkan Devy, selama Mei 2015 teramati kolom letusan berwarna putih kelabu kehitaman bergumpal dengan tinggi 50-1.200 meter dari atas bibir kawah condong ke arah timur. Beberapa letusan disertai dengan suara gemuruh lemah-sedang. Kejadian letusan pada tanggal 6, 20 dan 23 Mei 2015 disertai suara dentuman sedang-kuat. Abu letusan tipis jatuh di sektor timur dari kawah aktif.

Selama Juni 2015 kolom letusan masih sering teramati, berwarna putih kelabu tebal dengan tinggi 150-1.200 meter dari atas bibir kawah disertai suara gemuruh sedang. Suara gemuruh ini terdengar menerus sejak 23 Juni 2015 hingga saat ini masih berlangsung.

Pada 1-5 Juli 2015 teramati asap hembusan berwarna putih kelabu sedang dengan ketinggian 100-600 meter dari atas bibir kawah disertai suara gemuruh lemah-sedang (menerus). Pada 1 Juli 2015 hembusan disertai hujan abu tipis ke arah utara.

Aktivitas vulkanik gunung itu menyebabkan ditutupnya Bandara Gamarmalamo yang berada di Desa Dukolamo, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara pada Minggu (26/7). Penutupan yang dilakukan Kementerian Perhubungan itu masih berlanjut hingga hari ini. (rul/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads