Keluarga korban masih terlihat berkerumun di depan IGD, salah satunya Arwani, paman Safik. Ia mengatakan keponakannya terluka sabetan benda tajam di beberapa bagian tubuh.
"Sekarang sudah sadar, tadi dari Demak dirujuk ke sini (RSUP dr Kariadi Semarang)," kata Arwani, Minggu (25/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dua korban bacok dari Demak dan saat ini kami terus kami tangani. Ada yang dioperasi karena ususnya luka, robek (korban Zaki)," tandas Darwito.
Diketahui dua bocah itu terluka akibat sabetan golok milik pria yang mengamuk di acara ulang tahun di Desa Wonowoso siang tadi. Arwani mengatakan situasi cukup mencekam karena kejadian sangat cepat. Saat kejadian sedang ada acara ulang tahun di rumah warga, Eko Nur Arifin (23) sedangkan rumah pelaku Supriyadi berada di sebelahnya.
Saat acara hiburan Barongan, banyak warga berkumpul dan anak-anak duduk di teras rumah Supriyadi. Ketika itulah Supriyadi keluar membawa golok dan mengamuk.
"Ada yang kena lehernya, ada yang kena perutnya juga. Semuanya lari," ujar Arwani.
Selain Safik dan Zaki, satu orang anak yaitu Azka (12) juga terkena sabetan golok hingga meninggal meski sudah berusaha ditolong. Melihat anak-anak terluka, warga marah kemudian menghajar pelaku dan menyerang tempat tinggalnya.
Safik dan Zaki sempat dirawat di RS Sunan Kalijaga sebelum dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang sedangkan pelaku yang babak belur dilarikan ke RSI NU Demak.
Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dan mencari tahu kondisi kejiwaan pelaku. Kapolres Demak, AKBP Heru Sutopo mengatakan pihaknya menunggu keterangan ahli dan untuk saat ini pelaku dijeratย UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.
"Keterangan saksi-saksi memang depresi, tapi untuk menyimpulkan nanti dari ahli. Jadi sekarang tetap proses hukum seperti biasa," kata Heru.
(alg/dhn)











































