Kepadatan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Ketapang mulai terasa sejak pagi, terutama roda dua dan menjelang sore arus kendaraan kian padat. Empat tenda raksasa yang disiapkan di area pelabuhan dipenuhi pengendara roda dua. Dua loket tiket untuk mobil terpaksa dialihkan untuk loket pengendara roda dua, total loket yang disediakan untuk roda dua sejumlah 5 loket. Hingga pukul 18.00 WIB, antrean kendaraan masih berjejal di Pelabuhan Ketapang. Bahkan antrean sempat meluber hingga ke luar pelabuhan.
Meski jadwal bongkar muat kapal dipercepat, antrean kendaraan di areal parkir pelabuhan tak bisa dihindari. Rata-rata pengendara roda dua harus menunggu sekitar 15-20 menit untuk bisa masuk ke kapal. Sedangkan pengendara roda empat bisa mencapai 1-2 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry Ketapang, Saharudin Kotto menegaskan puncak arus balik kali ini sesuai prediksi. Selama puncak arus mudik pihaknya mengerahkan 37 kapal, 26 kapal jenis KMP dan 11 LCT. Untuk menghindari antrean panjang, jadwal bongkar muat juga dipercepat.
"Jika muatan penuh, kapal langsung berangkat. Tujuh loket difungsikan semua melayani penumpang. Bahkan, loket mobil dialihkan untuk penjualan tiket roda dua." jelasnya.
Kotto menambahkan, dari data yang dihitung ASDP, hingga H+8 kemarin jumlah pemudik pejalan kaki yang sudah kembali ke Bali mencapai 81 persen, roda empat 13 persen dan roda dua sekitar 57 persen. Jika ditotal, penumpang yang kembali ke Bali selama arus mudik dan balik Lebaran 2015 sebanyak 690.282 orang, roda dua 76.535 unit dan roda empat sebanyak 99. 974 unit. Sementara, saat arus mudik dari Gilimanuk lalu tercatat penumpang yang menyeberang ke Jawa sebanyak 871.745 orang, roda dua 136.535 unit dan roda empat 107.887 unit. (dha/dha)











































