SMART BANNER
CLOSE AD
MEGA BILLBOARD
320x480

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BILLBOARD
320x150

Para Penculik WN Malaysia Juga Culik 5 Adik Korban

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 26 Jul 2015 17:45 WIB
Foto: Mei Amelia
Jakarta - Sebelum menculik Sahlan bin Bandan, pengusaha asal Malaysia, para pelaku sempat menculik 5 adik korban. Kelima adik korban baru dibebaskan setelah korban bersedia menemui otak penculik hingga akhirnya disekap selama 8 hari.

"Pada tanggal 15 Juli, pelaku RF, WN Singapura (sebelumnya ditulis WN Malaysia-red) merencanakan untuk bertemu korban. Karena korban terus mengelak, akhirnya para eksekutor menculik 5 adik korban," jelas Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (26/7/2015).

Penculikan ini diotaki oleh RF yang merupakan rekan bisnis korban. Kepada oknum TNI yang direkrut oleh RF ini, ia mengatakan bahwa korban memiliki utang sebesar Rp 100 miliar dan meminta untuk ditangkap.


"Namun kemudian karena korban tidak bertemu juga dengan pelaku RF ini, para eksekutor akhirnya membawa 5 adik korban lalu dibawa ke sebuah restoran cepat saji di Cibubur, Jaktim," imbuhnya.

Di sepanjang jalan menuju restoran itu, pelaku S alias ES (oknum TNI) menghubungi korban dan mengajak bertemu di lokasi. Pelaku mengancam akan menghabisi adik korban, hingga akhirnya korban datang ke lokasi.

"Sesampainya di lokasi, korban kemudian dibawa oleh pelaku S dkk ke mobil korban Mitsubishi Pajero yang disewa korban, dengan dikawal oleh pelaku lain. Di dalam mobil, korban diminta memberikan uang Rp 500 juta dan masalah akan selesai," terangnya.

Namun korban mengelak memberikan uang karena tidak memiliki uang sebanyak itu. Korban selanjutnya dibawa ke sebuah hotel di kawasan Tebet, Jakarta Selatan untuk bertemu dengan pelaku utama, RF.

"Saat dalam perjalanan ke hotel, tepatnya di Cijantung, Jaktim, 5 adik korban dilepaskan oleh pelaku S, tetapi korban tetap dibawah penguasaan pelaku," ucapnya.

Sesampainya di hotel tersebut, korban bertemu dengan RF dan juga seorang WN Malaysia, bernama Datuk S. Kepada korban, keduanya meminta kejelasan uang Rp 100 miliar atas modal money changer. Pertemuan ini berlangsung selama 15 menit di hotel tersebut.

"Setelah pertemuan di hotel itu, korban dibawa ke Bogor untuk menemui seseorang bernama Sultan, yang menurut korban Sultanlah yang menjadi penyebab tidak berjalannya usaha tersebut," ungkapnya.

Pencarian Sultan di Bogor, nihil. Hingga pada tanggal 16 Juli malam, korban dibawa oleh tersangka S menggunakan mobil Toyota Innova milik tersangka FB, seorang pria berprofesi sebagai pengacara. Korban diserahkan oleh tersangka S ke tersangka FB, sementara S membawa mobil korban.

"Korban kemudian dibawa tersangka FB, YL dan KR menuju ke rumah KR (pecatan polisi) di Cisalak, Bogor. Di situ korban disekap selama 7 hari," lanjutnya.

FB kemudian menawarkan solusi kepada korban untuk membayar Rp 300 juta agar permasalahan selesai dan korban bisa bebas. Korban kemudian menghubungi keluarganya di Malaysia dan dikirimlah uang sebesar Rp 100 juta.

"Uang tersebut dikirim melalui Western Union ke beberapa nama keluarga tersangka," katanya.

Setelah uang diterima oleh para pelaku, kemudian uang tersebut dibagikan ke pelaku FB, YL dan KR. Untuk FB dan YL masing-masing mendapatkan Rp 50 juta, sedangkan KR mendapatkan Rp 30 juta.

"Setelah mendapatkan uang, para pelaku akhirnya melepaskan korban dan korban pulang naik taksi," imbuhnya.

Setibanya di rumah kontrakan, korban bercerita kepada istrinya. Istri korban lalu melaporkan kejadian itu ke Polda Metro Jaya. Hingga pada tanggal 23 Juli, selang beberapa jam setelah korban dibebaskan, 4 pelaku yakni S, FB, YL dan KR ditangkap di 3 lokasi berbeda.

"Sebenarnya ini ada beberapa orang lagi di atas para eskekutor ini. Ini akan dikembangkan oleh institusi lain," tutupnya.


(mei/dha)
STATIC BANNER
300x250
STATIC BANNER
300x250

Berita Terkait

MMR
300x250

ADVERTISEMENT

STATIC BANNER
300x250

ADVERTISEMENT