Insiden ini terjadi ketika Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti sedang memaparkan kronologi penculikan Sahlan kepada wartawan. Tiba-tiba, brukk! YL terkulai lemas jatuh ke lantai.
Saat itu posisi YL sedang berdiri di belakang Krishna bersama 2 tersangka lainnya FB, suaminya dan KR pecatan polisi. Perhatian Krishna dan para awak media yang sedang serius mendengarkan penjelasan pun tertuju pada YL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua orang anggota Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian membantu YL mendudukkannya di atas kursi, namun YL kembali terjatuh. Krishna kemudian memerintahkan anggotanya untuk membawa YL ke Dokkes Polda Metro Jaya.
"Bawa saja ke Dokkes biar dirawat di sana," imbuhnya.
YL kemudian digotong anggota ke Dokkes Polda Metro Jaya. Sementara rilis dilanjutkan.
Kasus penculikan ini melibatkan 10 eksekutor yang 6 di antaranya oknum TNI. Seorang oknum TNI tertangkap di Cibubur dan telah diserahkan ke POMDAM atas kasus tersebut.
Penculikan dilatarbelakangi masalah kemacetan investasi money changer 2 otak penculikan,RF (WN Malaysia) dan Datuk S (WN Malaysia). Korban disekap di rumah tersangka KR selama 8 hari, sejak tanggal 15-23 Juli.
Korban diminta membayar tebusan sebesar Rp 500 juta untuk permasalahan tersebut. Namun akhirnya hanya Rp 100 juta yang dikirim keluarga korban di Malaysia melalui Western Union. (mei/imk)











































