Musibah Kekeringan, Mendes Minta Desa-desa Gelar Salat Minta Hujan

Musibah Kekeringan, Mendes Minta Desa-desa Gelar Salat Minta Hujan

Rina Atriana - detikNews
Minggu, 26 Jul 2015 16:39 WIB
Musibah Kekeringan, Mendes Minta Desa-desa Gelar Salat Minta Hujan
Foto: Farhan (salat istisqa di Bogor)
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar prihatin dengan musibah kekeringan yang melanda sejumlah desa di Indonesia. Ia pun menyerukan warga melakukan salat sstisqo agar hujan kembali turun.

"Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius, menghadapi situasi sulit seperti musibah kekeringan sekarang ini mari kita tundukkan kepala tengadahkan tangan memohon kepada Allah Yang Maha Pengasih," kata Marwan, dalam keterangan yang diterima detikcom, Minggu (26/7/2015).

"Saya serukan desa-desa secepatnya lakukan sholat istisqo' mohon segera diturunkan hujan, bagi saudara-saudara yang nonmuslim diharapkan juga berdo'a menurut keyakinannya masing-masing," ujar Marwan dalam siaran pers, Minggu (26/7/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marwan menjelaskan, salat sstisqo adalah ibadah untuk meminta hujan turun yang hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Oleh sebab itu ia meminta agar warga untuk segera melakukannya.

"Salat istisqo' harus dilaksanakan dengan penuh khidmat, keprihatinan dalam keadaan memelas dan merendahkan diri serendah rendahnya kepada Allah SWT, tidak boleh banyak bicara baik ketika perjalanan, duduk maupun menunggu. Semua harus dilakukan dengan sangat khusyu' dan hening," terang Marwan.

"Saya sejak beberapa waktu lalu telah memantau fenomena kekeringan yang melanda hampir semua daerah di Indonesia, tak kunjung turunnya hujan menyebabkan sumber air desa menjadi kering, warga desa kesulitan air bersih untuk keperluan sehari-hari, kita juga khawatir akan terjadi gagal panen, begitu juga usaha desa seperti perkebunan, peternakan, perikanan darat, dan lainnya akan ikut terganggu atau berhenti," imbuhnya.

Marwan mencatat, sedikitnya ada 379 desa di NTB mengalami kekeringan. Sementara itu di Pamekasan terdapat 80 desa yang rawan kekeringan, di Wonogiri sebanyak 38 desa. Bahkan kota Bogor yang terkenal sebagai kota hujan saat ini lebih separuh wilayahnya mengalami kekeringan dan darurat air bersih.

"Kondisi desa yang terkena musibah kekeringan ini harus segera kita atasi, kita upayakan solusinya bersama-sama, selain dengan upaya yang sifatnya lahiriah sangat penting juga kita berikhtiar melalui upaya batiniah dan cara-cara spiritual," tutur menteri yang merupakan alumnus pesantren itu. (rna/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini