Penumpang KA Arus Balik Belum Sebanding dengan Jumlah Pemudik

Penumpang KA Arus Balik Belum Sebanding dengan Jumlah Pemudik

Rina Atriana - detikNews
Minggu, 26 Jul 2015 15:47 WIB
Penumpang KA Arus Balik Belum Sebanding dengan Jumlah Pemudik
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperpanjang masa operasi kereta tambahan sesuai kebutuhan. Perpanjangan dilakukan karena hingga H+7 lebaran jumlah penumpang arus balik masih lebih sedikit dari penumpang arus mudik sebelum lebaran lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Humas PT KAI Daop 1, Bambang S Prayitno, dalam keterangan yang diterima detikcom, Minggu (26/7/2015). Jumlah kedatangan hingga Sabtu (25/7) kemarin sebanyak 256.485 penumpang, hampir hanya setengah dari jumlah keberangkatan.

"Jika dianalisa jumlah penumpang yang berangkat masih belum sebanding dengan yang kembali ke Jakarta. Contohnya masa pra lebaran, jumlah penumpang yang mudik sejumlah 453.857 penumpang, tetapi jumlah kedatangan sampai dengan H2+7 (25/7) baru tercapai 256.485 penumpang," ujar Bambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait dengan hal itu maka PT.KAI melakukan perpanjangan masa operasi pada beberapa kereta api tambahan sesuai dengan kebutuhan, yang seharusnya beroperasi dari H-7 (10/7) sampai dengan H2+8 (26/7)," jelasnya.

Sejumlah kereta api tambahan yang diperpanjang masa beroperasinya yaitu KA Argodwipangga fakultatif Gambir-Solobalapan, KA Gajayana tujuan Gambir-Malang, KA Kertajaya Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi, dan KA Sembrani Lebaran relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi yang beroperasi hingga Jumat (31/7) mendatang.

Kereta api Taksaka Malam Lebaran relasi Gambir-Yogyakarta diperpanjang sampai Senin (27/7) besok, KA Purwojaya Lebaran relasi Gambir-Cilacap sampai dengan Selasa (28/7) lusa, serta KA Kutojaya utara lebaran relasi Pasar Senen-Kutoarjo dan KA Kutojaya utara sampai dengan Rabu (29/7).

"Diprediksikan arus penumpang menuju ke timur (mudik) akan terus berkurang dan mulai berganti dengan arus kedatangan (balik) dengan prediksi perhari jika okupansi 100 persen dengan volume kurang lebih 36.772 penumpang, sesuai dengan ketersedian kapasitas angkut dari 54 Perjalanan KA Reguler, 12 KA Tambahan dan 5 KA Fakultatif," terang Bambang. (rna/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads