Gadis-gadis cantik yang merupakan finalis Putri Bantul duduk di samping kusir gerobak (bajingan) sambil membunyikan mainan tradisional otok-otok. Putri-putri cantik ini memikat ribuan warga yang menonton kirab gerobak sapi tersebut. Ada sebanyak 37 putri finalis Putri Bantul yang ikut dalam kirab tersebut.
Koordinator pelaksana Sulistiyanto mengatakan peserta Festival Gerobak dalam rangka HUT ke-184 Bantul dibatasi sebanyak 64 gerobak. Karena jika tidak dibatasi jumlahnya bisa mencapai ratusan. Festival Gerobak ini untuk melestarikan gerobak yang merupakan sarana transportasi tradisional yang pernah jaya di masa lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang dinilai dalam Festival Gerobak ini meliputi orisinilitas gerobak seperti pada masa lalu, keserasian dari sapi, dan keserasian dari kusirnya itu sendiri seperti pakaian yang dikenakanya, serta akesesoris dari gerobak.
Setelah pawai gerobak kemudian pada sore harinya juga digelar pawai andong. Pawai andong diikuti oleh 34 andong yang dimulai dari lapangan Trirenggo Bantul atau depan rumah dinas Bupati Bantul. Dalam kirab ini andong-andong akan ditumpangi Bupati dan Wakil Bupati, kepala SKPD, dan dari Forkominda. Pawai andong ini finish di Pasar Seni Gabusan Bantul dan kemudian Bupati Bantul langsung membuka acara Bantul Expo 2015. (nrl/nrl)











































