"Bagus dong (jika ada kader NasDem direshuffle), kalau memang itu diperlukan. Karena begitu start sudah menyatakan tanpa syarat. Semua ikut tanpa syarat," ujarnya di sela acara Konsolidasi Partai NasDem Jawa Timur di gedung JX International, Jalan A Yani, Surabaya, Sabtu (25/7/2015).
Surya Paloh juga berharap kepada pimpinan partai politik lainnya yang kadernya saat ini duduk di kabinet, agar tidak marah ketika direshuffle oleh Presiden Joko Widodo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai, reshuffle perlu dilakukan, tapi semua itu hak preogratif presiden. Bagi NasDem katanya, reshuffle bukan segala-galanya dapat menyelesaikan masalah.
"Reshuffle tidak bisa menjadi sebuah katakanlah obat mujarab yang bisa menyelesaikan semua persoalan bangsa, tapi bagian dari upaya untuk menyelesaikan persoalan ada. Tapi jangan ada harapan baru ketika direshuffle persoalan bangsa ini akan selesai," tuturnya.
Surya Paloh menambahkan, pemerintahan Jokowi-JK ini baru berjalan 7 bulan dengan akumulasi persoalan ketika start menjalankan roda pemerintahan.
"Kita tidak bisa menjustifikasi (pemerintahan) ini tidak berbuat apa-apa, itu nggak fair. (Jokowi-JK) masuk ke pemerintahan ketika defisit anggaran berjalan. Itu ada, dia harus melakukan penyesuaian terhadap itu," tandasnya sambil menambahkan, NasDem tetap mendukung pemerintahan dengan pemikiran-pemikiran kritis yang konstruktif. (roi/dnu)











































