Air Resapan Tanaman Kebun Raya Bogor Bisa Mengisi Sumur Warga Sekitar

Air Resapan Tanaman Kebun Raya Bogor Bisa Mengisi Sumur Warga Sekitar

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2015 16:06 WIB
Air Resapan Tanaman Kebun Raya Bogor Bisa Mengisi Sumur Warga Sekitar
Kebun Raya Bogor (Foto: Bagus Prihantoro)
Jakarta - Kemarau panjang memang jadi konsekuensi bagi negara tropis yang hanya memiliki dua musim seperti Indonesia. Di Bogor yang berjuluk kota hujan, sebetulnya tak perlu terlalu khawatir karena memiliki Kebun Raya Bogor.

"Walau pun tidak ada hujan, kami tetap akan terus menyirami koleksi karena ini milik negara. Bisa dibayangkan kalau satu koleksi rusak, ini kan tak ternilai harganya," ujar Pengawas Kebun Koleksi Kebun Raya Bogor Sumarno di kantornya, Jl Ir H Djuanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2015).

Sumarno bertutur bahwa cara Kebun Raya memenuhi kebutuhan menyiram tanaman adalah dengan mengambil air dari Katulampa. Dengan demikian tanaman akan tetap hijau, tak sampai kuning mengering.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap pagi pukul 06.00 WIB adalah shift pertama penyiraman kebun seluas 87 hektare ini. Kemudian jika tak ada hujan sepanjang hari, maka shift kedua adalah pukul 17.00 hingga 21.00 WIB.

Satu petak taman atau sekitar 4x9 meter persegi akan disirami selama 15 menit hingga benar-benar basah. Musim panas membuat air cepat menguap sehingga penyiraman tak bisa hanya dilakukan sekedarnya saja.

"Kalau menurut perhitungannya, biasanya kalau Kebun Raya tidak kekeringan, warga juga relatif tidak. Karena air resapan tanaman itu nantinya akan masuk ke air tanah dan untuk warga juga," kata Sumarno.

Menurut dia sistem drainase dari Kebun Raya Bogor awalnya didesain sedemikian rupa sehingga dapat menjalankan sirkulasi air seperti itu. Tetapi terkadang ada pula bangunan yang tak memperhitungkan sistem drainase, sehingga air tanah tak muncul sebagaimana mestinya.

Tanaman, menurut Sumarno, adalah salah satu sumber air cadangan di kalau kemarau. Namun sayangnya banyak sekali bangunan di perkotaan yang mengesampingkan ruang terbuka hijau sehingga tak ada penampungan air cadangan.

"Pokoknya kalau di sekitar Kebun Raya Bogor relatif tidak kekeringan. Kuncinya adalah selama Kebun Raya tidak kekeringan, maka lingkungan sekitar juga tidak kering," sebut Marno.

(bpn/slh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads