OC Kaligis Benarkan Bawa Buku ke PTUN Medan, Tapi Bantah Terkait Suap

OC Kaligis Benarkan Bawa Buku ke PTUN Medan, Tapi Bantah Terkait Suap

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2015 15:41 WIB
OC Kaligis Benarkan Bawa Buku ke PTUN Medan, Tapi Bantah Terkait Suap
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pihak OC Kaligis akhirnya mulai buka suara dan merespon 'nyanyian' Yagari Bhastara Guntur alias Gerry. Salah satu hal yang direspon pihak Kaligis adalah keterangan Gerry yang menyebut bahwa Kaligis memberikan buku berisi uang suap kepada hakim PTUN Medan.

Kaligis melalui salah satu tim hukumnya, Humphrey Djemat membenarkan bahwa saat mendatangi PTUN Medan, Kaligis membawa beberapa buku. Namun, Humphrey menegaskan tak ada uang suap yang diselipkan dalam buku yang dibawa Kaligis.

"Jadi OCK hanya bilang bahwa dia nggak pernah perintahkan Gerry untuk berikan uang kepada hakim di sana. Yang benar dia bilang 'tolong bawakan buku', kalau soal buku OCK kan terkenal suka nulis buku. Dia sering bawa buku ke mana-mana. Suka kasih buku," kata Humphrey, Sabtu (25/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Humphrey menjelaskan, nyanyian Gerry yang kini semakin menyudutkan Kaligis harus berdasar fakta. Nantinya di persidangan akan terbuka jelas siapa yang berbohong, Kaligis atau Gerry.

"Dengan demikian keterangan Gerry kan harus didukung bukti lain karena kalau saya lihat Gerry berhubungan dengan pihak lainnya," jelasnya.

"Dia bilang nggak pernah minta Gerry untuk memberikan uang, hanya itu aja. Pada saat itu dia di luar kota. Yang diminta untuk bawa buku itu, dia belum jelas berapa buku, biasanya kasih banyak bukunya," imbuh Humphrey.

Sebelumnya, dalam pengakuannya Gerry memang menyebut Kaligis beberapa kali memberikan uang suap kepada hakim PTUN Medan. Salah satu pemberian suap dilakukan pada Minggu (5/7).

Saat itu Gerry dan OC Kaligis kembali berangkat ke Medan, ditemani sekretaris Kaligis bernama Endah (Yurinda Tri Achyuni). Kepada sekretarisnya, Kaligis memerintahkan agar membawa dua buah buku.

"Itu buku dibawa, kalau tak bawa buku itu percuma kita berangkat," tutur pengacara Gerry, Haeruddin Massaro mengutip cerita Gerry saat diperintahkan Kaligis untuk membawa buku.

"Jadi pertama kali dia ke sana itu bertiga. OC, dia sama sekretarisnya OC.Tanggal 5 Juli itu dia yang serahkan ke ketua pengadilan," jelas Haeruddin.

Kaligis memerintahkan langsung Gerry untuk menyerahkan 'buku' ke hakim Dermawan Ginting. Gerry mengaku tak kuasa menolak perintah sang bos.

Setelah buku diserahkan ke hakim Dermawan, Kaligis, Gerry dan Endah menginap di sebuah hotel di Medan. Di hotel itu Kaligis menyerahkan dua amplop kepada Gerry.

"Kasih yang satu ke panitera, satu lagi pegang dan tunggu perintah lagi," perintah Kaligis seperti ditirukan Haeruddin.

Buku yang diserahkan Gerry kepada hakim PTUN Medan atas perintah Kaligis memang bukan buku biasa. Kaligis memerintahkan sekretarisnya, Yurinda untuk menyelipkan beberapa lembar uang dalam pecahan ratusan dollar Amerika di dalam buku yang akan diserahkan ke hakim.

Yurinda yang dini hari tadi baru selesai menjalani 13 jam pemeriksaan oleh penyidik KPK hanya bungkam saat dicecar soal buku suap OC Kaligis itu. Padahal, selama 13 jam pemeriksaan, oleh penyidik, Yurinda juga banyak ditanyakan soal buku berisi uang suap itu.

(Hbb/gah)


Berita Terkait