Kepala Seksi Kedaruratan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor, Budi Asomo mengatakan, ribuan orang di 16 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor mengalami kekurangan air bersih. Hal tersebut, disebabkan sumur-sumur warga dab dan sumber air lainnya sudah mengering.
"Dari 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, ada 16 kecamatan yang mengalami kekeringan. Kekeringan tersebar di 59 Desa. Ini data sementara hasil pemetaan tim BPBD Kabupaten Bogor," kata Budi Aksomo, Sabtu (25/7/2015). "Jumlah wilayah yang alami kekeringan, semakin meluas sejak sebulan terakhir," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menanggulangi kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD Kabupaten Bogor menyuplai air bersih ke beberapa titik wilayah yang dilanda kekeringan. "Setiap hari kita mengirim lebih dari 7 tangki air ke wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih. Hari ini kita kirim air bersih ke 5 titik," terangnya.
Dampak musim kemarau juga terjadi di wilayah Kota Bogor. Sawah-sawah di beberapa wilayah di Kota Bogor kering dan mengakibatkan petani gagal panen. Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, kekeringan yang melanda Kota Bogor sudah dalam kondisi cukup parah.
Sebab, beberapa wilayah di Kota Bogor sudah mengalami kekurangan air bersih yang digunakan untuk minum dan mandi Cuci Kakus. "Kita dapat laporan di Situgede, Mulyaharja, Sukadamai, Bogor selatan, Bogor barat, Bogor utara (kekeringan). Jangankan air untuk minum, air untuk mandi saja sudah tidak ada," kata Bima Arya.
"Tidak hanya di pinggiran kota, kekeringan juga melanda di tengah kota kita melihat rumput istana yang biasanya hijau, sekarang rumputnya kering, rusa-rusanya juga tidak bisa makan," tambahnya. (gah/gah)











































