Surat dari Pondok Indah
Akbar Tandjung ke detikcom
Rabu, 23 Feb 2005 10:20 WIB
Jakarta - "Kalau nggak percaya, kau lihat sajalah nanti...," tiba-tiba logat ala Batak itu muncul di ruang pertemuan redaksi detikcom. Bila kru kami yang mencetuskannya, tentu biasa saja. Tapi ini adalah Akbar Tandjung!Tak urung, eks Ketua DPR yang jarang berdialek ala leluhurnya itu langsung mengundang ger-geran. Itulah sepotong suasana kunjungan Akbar di kantor kami, Selasa malam (22/2/2005).Akbar 'terpaksa' berlogat Batak setelah 'dicecar' pertanyaan reporter detikcom yang juga rekan sekampungnya, Shinta Sinaga, yang tidak percaya pada penegasan Akbar Tandjung tidak akan kembali ke kancah politik praktis.Begitulah pembaca, setelah kehadiran Taufiq Kiemas sebulan lalu, sekarang giliran politisi kawakan Akbar Tandjung yang menyambangi kami. Akbar masih tetap seperti dulu: low profile, kata-kata santun nyaris datar, dan emosi yang terkontrol. Namun meski bergaya serius, silaturahmi Akbar dengan kami berlangsung cair penuh canda.Teman se-SMP Megawati Soekarnoputri ini seperti politisi lain yang kami undang, blak-blakan mengungkapkan perjalanan politiknya, fenomena politik yang terjadi, dan cita-citanya ke depan. Sayangnya, sebagian isi pembicaraan tidak untuk konsumsi publik.Namun satu hal yang tidak rahasia adalah kesibukannya yang terkuras di lembaga yang didirikannya, Akbar Tandjung Institute. Di sinilah Akbar berkonsentrasi mewujudkan cita-citanya dengan memberikan pendidikan politik lewat seminar, riset, dsb. "Bisa pasang iklan dong di detikcom," seloroh Wapimred detikcom Didik Supriyanto. Akbar tertawa lebar mendengarnya.Dalam pertemuan itu, Akbar didampingi ajudan dan 3 pengurus Akbar Tandjung Insitute, termasuk Ibrahim Ambong yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif. "Saya tidak mungkin mendirikan partai baru, takmungkin menjadi pengurus Golkar kembali untuk kemudian berpolitik lagi," kata Akbar memastikan bahwa dia benar-benar lengser dari panggung politik.Namun Shinta Sinaga yang rajin mengikuti sepak terjang Akbar tidak percaya begitu saja. "Jangan-jangan Abang sedang merencanakan trik-trik tertentu sekarang ini untuk comeback? Ya setidaknya untuk "Mega-Akbar for 2008"-lah," todong Shinta disambut tawa yang mencairkan suasana. Akhirnya, keluarlah dialek Batak Akbar. "Kalau nggak percaya, kau lihat sajalah nanti....,"Pertemuan yang digelar pukul 19.15 WIB berakhir sekitar 20.45 WIB. Secara khusus Akbar berfoto bersama Shinta Sinaga yang rupanya ngefans pada dedengkot Golkar itu dan "tidak terima" idolanya lengser begitu saja.Di lobi Wisma Pondok Indah -- tempat detikcom berkantor -- sejumlah satpam tampak antre bersalaman dengan Akbar, tokoh yang sering mereka lihat di televisi. Rupanya, kedatangan orang top ke kantor kami tak hanya menyenangkan banyak pihak.Keterangan Foto:Bang Akbar menyalami kru detikcom di akhir kunjungan yang santai. (Foto: Dikhy Sasra)
(nrl/)











































