"Secara budaya orang Papua haram hukumnya bakar tempat ibadah. Tempat ibadah apa pun milik bersama. Semua agama bisa masuk tempat ibadah mana pun (di sana)," tutur Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Papua Pdt. Lipiyus Biniluk di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015).
Menurut Lipiyus, masyarakat Papua sangat sadar akan nilai budaya itu. Sehingga tak mungkin secara sengaja membakar musala. Masyarakat Papua yang mayoritas kristen tentu tak akan dengan sengaja membakar tempat peribadahan umat Islam untuk menjaga hubungan antar umat beragama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lipiyus yang juga Ketua Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) mengapresiasi pemerintah yang cepat tanggap merespons peristiwa ini. PGLII yang menaungi GIDI sudah mengumpulkan data di lokasi dan telah memberikan kepada Presiden Jokowi sebagai pertimbangan.
Pertemuan dengan Presiden berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Sebanyak 8 orang perwakilan masyarakat menemui Jokowi dengan dijembatani oleh Stafsus Presiden Lennys Kogoya. (bpn/slh)











































