Dalam surat tersebut berisi permintaan permohonan mengikutsertakan personel Korbrimob Polri dalam Diklat Raider di Pusdiklat Kopassus.
Atas permintaan itu, Kadispen TNI AD, Brigjend Wuriyanto, membenarkan surat tersebut. Dia mengatakan, surat itu sedang dipertimbangkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wuriyanto menjelaskan, bila hal ini terlaksana, maka ini merupakan yang pertama kali di Indonesia. Namun, Wuriyanto belum bisa menjelaskan kapan surat itu akan dijawab Panglima TNI.
"Ini memang baru pertama, tapi ini masih permintaan. Latihannya belum ada," ucapnya.
Untuk diketahui, raider sendiri merupakan satuan elit infanteri TNI yang memperoleh pendidikan dan pelatihan untuk perang modern, anti-gerilya, dan perang berlarut. Raider merupakan prajurit kekuatan penindak di mana satu batalyon raider setara tiga kali lipat kekuatan satu batalyon infanteri biasa di TNI Angkatan Darat. Latihan untuk menjadi anggota Raider dilakukan selama 6 bulan. (rvk/elz)











































