Warga Muslim Solo Demo Kecam Insiden Tolikara

Warga Muslim Solo Demo Kecam Insiden Tolikara

Muchus Budi R. - detikNews
Jumat, 24 Jul 2015 15:23 WIB
Warga Muslim Solo Demo Kecam Insiden Tolikara
Demo warga di Surakarta, Jawa Tengah, mendesak pengusutan insiden Tolikara. (Muchus Budi Rahayu/detikcom)
Solo - Ribuan warga Muslim di Solo, Jawa Tengah, turun ke jalan, Jumat (24/7/2015) siang. Mereka datang dari berbagai titik selanjutnya bertemu di Bundaran Gladag untuk menyampaikan unjuk rasa di hadapan umum menyikapi insiden salat Id di Tolikara, Papua.

Sebagian besar massa berjalan dari Lapangan Kottabarat berjalan kaki menuju Bundaran Gladag, menyusuri Jalan Slamet Riyadi. Ketua MUI Kota Surakarta, Zainal Arifin Adnan, bergabung bersama massa berjalan kaki menuju Gladag. Setelah berkumpul massa menggunakan separuh badan jalan untuk mendengarkan orasi para tokoh aksi.

Selain Zainal, nampak bergabung dalam aksi di antaranya Direktur Ponpes Ngruki Ustaz Wahyuddin, Pimpinan Mega Bintang Mudrick Sangidoe, Pimpinan Majelis Tafsir Al-Qur'an Ahmad Sukino, beberapa pengacara dari Tim Pembela Muslim (TPM) dan pimpinan dari sejumlah elemen lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataannya, massa mendesak pemerintah segera mengambil langkah hukum yang tegas terhadap para pimpinan GIDI di Tolikara dan para pelaku penyerangan jamaah Muslim dan tempat ibadah. Langkah tersebut harus segera dilakukan untuk menghindari kesan pemerintah melakukan pembiaran kasus pelanggaran hukum dan terkesan diskriminatif dalam penegakan hukum.

"Pemerintah, segera tangkap para pelaku yang meneror umat Islam di Tolikara. Jika tetap dibiarkan maka jangan salahkan jika nanti rakyat akan bergerak mencari mereka sendiri. Uang yang kalian pakai adalah uang rakyat, jangan bersikap diskriminatif terhadap rakyatmu," kata Abdul Kharis, anggota DPR RI dari PKS, yang ikut berorasi.

Sedangkan tokoh muslim Mudrick Sangidoe mengajak seluruh umat Islam untuk terus mendesak pemerintah untuk menyelesaikan kasus Tolikara hingga tuntas hingga diketahui siapa dalang aksi kekerasan tersebut.

"Semoga saja dalangnya tidak berada Jakarta," teriaknya. (mbr/rul)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini