"Kami masih melakukan penyelidikan. Ada kemungkinan orang dekat, kelompok, (namun) tim sedang bekerja. Intinya, kita memprediksi (pelaku) lebih dari satu orang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol M Iqbal kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/7/2015).
Dugaan tersebut muncul dari keterangan saksi yang mengatakan pada saat penculikan ada yang menjemput korban. "Sintya juga sempat menyampaikan ada juga beberapa orang, pada saat menginap di suatu tempat ada juga beberapa orang dan wajah lain," jelasnya.
"Tapi ini belum rampung karena kondisi Sintya harus diperhatikan secara psikologis. Jadi tidak bisa disamaratakan dengan orang dewasa," sambung Iqbal.
Saat ini saksi ahli psikolog pun digaet kepolisian untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan Sintya, dengan tujuan mengorek keterangan tentang siapa saja pelaku penculikan ini.
"Anak Sintya sedang kita ajak kerjasama. Dia sudah memberikan keterangan, tapi tidak utuh. Tim sendiri juga harus memperhatikan psikologis Sintya. Karena itu (kita ajak) saksi ahli psikolog independen," jelas dia. (rii/hri)











































