Pakar Meteorologi Tropis Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dr Tri Handoko Seto M.Sc, mengatakan setidaknya ada dua cara memanen hujan yang lazim dilakukan. Pertama, dengan membuat sumur resapan dan kedua dengan bak penampungan air hujan.
"Setiap rumah bisa punya sumur resapan. Jadi bila ada hujan akan mengisi di dalam tanah. Atau bisa ditampung sejak musim hujan," terang Tri saat berbincang dengan detikcom, Jumat (24/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam atau labil.
2. Sumur resapan harus dijauhkan dari tempat penimbunan sampah, jauh dari septic tank (minimum lima meter diukur dari tepi), dan berjarak minimum satu meter dari fondasi bangunan.
3. Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. Kedalaman muka air (water table) tanah minimum 1,50 meter pada musim hujan.
4. Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah (kemampuan tanah menyerap air) lebih besar atau sama dengan 2,0 cm per jam (artinya, genangan air setinggi 2 cm akan terserap habis dalam 1 jam).
![]() |
Kedua, membangun bak-bak penampungan air hujan. Bak-bak ini bisa menjaga suplai air selama musim kering. Caranya, dengan menampung hujan saat hujan, lalu menyimpannya dengan rapat agar tak terkontaminasi bakteri atau jadi sarang nyamuk.
Dalam jurnal yang ditulis oleh peneliti Chao-Hsien Liaw and Yao-Lung Tsai, ada tiga komponen dasar yang harus ada dalam sistem pemanenan air hujan yaitu: atap untuk menangkap air hujan, sistem penyaluran air hujan dari atap ke penampungan, dan tempat penyimpan air hujan berupa tong, bak atau kolam.
Tri Handoko menyarankan, sudah saatnya pemerintah pusat, pemerintah daerah dan para pengambil kebijakan lainnya melihat isu kekeringan sebagai masalah serius, sama halnya dengan banjir ketika hujan. Artinya, saat hujan bisa menampung banyak air untuk mengantisipasi kemarau.
"Ketika awal tahun kita sudah melihat akan ada El Nino, maka orang harusnya mengantisipasi sejak awal. Bisa dengan kegiatan memanen air hujan, sumur resapan dan tampungan air," sarannya.
"Banyak hal juga bisa dilakukan misalnya dengan mengantisipasi ketika curah hujan sudah turun, maka muncul larangan menyiram tanaman dengan air. Harus ada gerakan seperti itu," sambungnya. (mad/nrl)












































