Kunjungi BPOM, Menteri Yuddy Curhat Pernah Sakit Perut Jajan Es Cendol

Kunjungi BPOM, Menteri Yuddy Curhat Pernah Sakit Perut Jajan Es Cendol

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Jumat, 24 Jul 2015 11:32 WIB
Kunjungi BPOM, Menteri Yuddy Curhat Pernah Sakit Perut Jajan Es Cendol
Foto: Aditya Fajar Indrawan
Jakarta - Tiada hari tanpa kunjungan. Jika Rabu lalu berkunjung ke Pemprov DKI Jakarta, hari Kamis ke Kantor Imigrasi, hari ini Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi bertandang ke kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Yuddy curhat pernah sakit perut saat jajan sembarangan.

Tiba di Kantor BPOM, Jl Percetakan Negara, Salemba, Jakpus, Jumat (24/7/2015), Yuddy langsung berkeliling ke laboratorium. Ia  berbincang-bincang dengan petugas dan bercerita tentang pengalaman masa kecilnya yang sakit perut selama seminggu karena minum es cendol di pinggir jalan.

"Dulu saya pernah sakit perut, itu es harus diperiksa semua atau dibuat SNI-nya atau gimana?" ujar Yuddy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga bertanya mengenai cara untuk mengecek atau mengetahui bakteri yang ada di es batu. Jawaban mengenai hal tersebut Yuddy dapatkan dari Kepala BPOM Roy Sparringa yang mendampinginya.

"Memang itu izinnya keluar dari Menkes tapi kalau pengawasan kita yang bertugas mengawasi tapi nggak bisa diperiksa semua karena kita harus meneliti dulu patogen-patogennya," kata Roy.

Yuddy kemudian meninjau lab-lab BPOM. Dia senang dengan adanya lab keliling yang memiliki 500 orang petugas operasional itu.

"Wah bagus ini, berarti bisa langsung menguji di lapangan kalau ada sidak pasar. Ada berapa petugasnya? Boleh nggak langsung nyita seperti polisi? Kalau memang bisa pengawasan konsumsi produk makanan bisa lebih terjamin," tutur politisi Hanura itu semangat.

Yuddy memiliki banyak harapan terhadap BPOM.  "BPOM penting untuk melindungi dan mengawasi makanan dan minuman karena BPOM merupakan lembaga yang vital," tutup Yuddy. (elz/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads