Tiba di Kantor BPOM, Jl Percetakan Negara, Salemba, Jakpus, Jumat (24/7/2015), Yuddy langsung berkeliling ke laboratorium. Ia berbincang-bincang dengan petugas dan bercerita tentang pengalaman masa kecilnya yang sakit perut selama seminggu karena minum es cendol di pinggir jalan.
"Dulu saya pernah sakit perut, itu es harus diperiksa semua atau dibuat SNI-nya atau gimana?" ujar Yuddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang itu izinnya keluar dari Menkes tapi kalau pengawasan kita yang bertugas mengawasi tapi nggak bisa diperiksa semua karena kita harus meneliti dulu patogen-patogennya," kata Roy.
Yuddy kemudian meninjau lab-lab BPOM. Dia senang dengan adanya lab keliling yang memiliki 500 orang petugas operasional itu.
"Wah bagus ini, berarti bisa langsung menguji di lapangan kalau ada sidak pasar. Ada berapa petugasnya? Boleh nggak langsung nyita seperti polisi? Kalau memang bisa pengawasan konsumsi produk makanan bisa lebih terjamin," tutur politisi Hanura itu semangat.
Yuddy memiliki banyak harapan terhadap BPOM. "BPOM penting untuk melindungi dan mengawasi makanan dan minuman karena BPOM merupakan lembaga yang vital," tutup Yuddy. (elz/nrl)











































